Berita

Ilustrasi/Net

Otomotif

Honda Siap Lakukan Negosiasi Ulang dengan Syarat CEO Nissan Harus Mundur

SELASA, 18 FEBRUARI 2025 | 10:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Honda Motor menyatakan kesediaannya untuk melanjutkan negosiasi ulang dengan Nissan Motor. Namun dengan sebuah syarat yang cukup berat. 

Financial Times melaporkan bahwa Honda bersedia menghidupkan kembali negosiasi dengan bos Nissan dengan syarat yang dapat membangkitkan pertentangan internal; bahwa CEO Nissan, Makoto Uchida, harus mengundurkan diri.

Sebelumnya, pembicaraan antara kedua perusahaan mengenai merger senilai 60 miliar Dolar AS gagal karena perbedaan pandangan terkait struktur kepemilikan dan tata kelola perusahaan. 


Honda menginginkan kepemilikan penuh atas Nissan, sementara Nissan menolak menjadi anak perusahaan Honda. 

Kegagalan negosiasi ini semakin memperburuk situasi finansial Nissan, yang telah menghadapi penurunan penjualan dan masalah manajemen. 

Sebagai bagian dari upaya restrukturisasi, produsen ketiga terbesar Jepang itu berencana mengurangi 9.000 karyawan dan menurunkan kapasitas produksi global sebesar 20 persen. Langkah ini diambil untuk mengatasi kerugian finansial yang signifikan dan penurunan permintaan di pasar utama seperti Amerika Serikat dan China. 

Tekanan terhadap Uchida untuk mundur datang dari dewan direksi Nissan dan mitra Prancis mereka, Renault, terutama setelah kegagalan negosiasi dengan Honda.

Nissan berencana memberikan pembaruan terkait program pemulihannya dalam waktu dekat, termasuk detail lebih lanjut mengenai pengurangan tenaga kerja dan kapasitas produksi. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu perusahaan mengatasi tantangan finansial dan operasional yang sedang dihadapi.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya