Berita

Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia (Komdigi), Meutya Hafid/RMOL

Politik

Menkomdigi: Prabowo Siapkan PP Lebih Tegas untuk Berantas Judol

SENIN, 17 FEBRUARI 2025 | 15:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah berencana merancang peraturan yang lebih tegas untuk memberantas operasi judi online yang semakin merajalela. 

Kabar itu diungkap oleh Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia (Komdigi), Meutya Hafid usai menggelar rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta pada Senin, 27 Februari 2025. 

Meutya mengungkap langkah konkret yang akan diambil Prabowo yakni dengan menerbitkan peraturan pemerintah (PP) untuk mengatur penanganan judi online secara lebih tegas.


"Salah satu langkah yang akan diambil dalam waktu dekat adalah mengeluarkan aturan, kemungkinan bentuknya PP, yang mungkin mengatur lebih tegas lagi mengenai upaya kita melawan judi online," ujar Meutya kepada awak media.

Disebutkan Meutya, Prabowo juga menekankan bahwa penanganan judi online memerlukan koordinasi lintas lembaga secara berkelanjutan, termasuk kerja sama antara Kominfo, Kepolisian, Kejaksaan, dan pihak-pihak terkait lainnya.

"Sesuai arahan Presiden, bagaimana penanganan judi online ini tidak selesai. Tapi secara kontinuitas akan terus dilakukan dan tugasnya tidak hanya kepada kami juga tentu kepada kepolisian, kejaksaan, dan juga pihak-pihak lainnya," kata dia. 

Meutya mengungkap hingga kini Komdigi yelah melakukan pemblokiran terhadap hampir 1.000.000 situs yang terindikasi memfasilitasi aktivitas judi online. Kendati demikian, menurutnya, pemblokiran saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah secara menyeluruh.

"Kalau upaya blokir sudah dilakukan hampir dari 1.000.000 situs. Namun dengan demikian sekali lagi bahwa men-take down situs tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah tanpa giat lainnya," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya