Berita

Bursa Efek Indonesia/RMOL

Bisnis

Tiga Tahun Produksi Terhenti, JKSW Bersiap Buyback Saham

SENIN, 17 FEBRUARI 2025 | 12:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perusahaan manufaktur dan perdagangan berbagai macam baja beton, PT Jakarta Kyoei Steel Works Tbk (JKSW) melaporkan kerugian sebesar Rp4,2 miliar sepanjang 2024.

Angka ini membengkak 409,63 persen dari periode yang sama tahun lalu, yang juga mencatatkan minus Rp83,81 juta.

Dalam keterbukaan informasi yang dikutip Senin 17 Februari 2025 disebutkan, penjualan bersih, beban pokok penjualan, dan laba kotor nihil. Beban umum dan administrasi tercatat Rp13,88 miliar, bertambah 19,96 persen dari periode sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp11,57 miliar. 


Rugi usaha terakumulasi senilai Rp13,88 miliar, bertambah dari periode sama tahun sebelumnya Rp11,57 miliar. 

Sementara itu, laba selisih kurs juga melesat 336,79 persen dari tekor Rp9,92 juta menjadi Rp23,49 juta. Total ekuitas minus Rp498,11 miliar dengan liabilitas Rp651,74 miliar. Jumlah aset tercatat Rp153,62 miliar atau turun dari akhir 2023 yang sebesar Rp158,54 miliar.

JKSW telah menghentikan produksi sejak lebih dari tiga tahun. Hal ini karena mesin-mesin yang digunakan sudah tidak efisien sehingga biaya produksi yang dikeluarkan lebih besar dari produksi yang dihasilkan.

Atas dasar itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan akan melakukan pembatalan pencatatan efek (delisting) PT Jakarta Kyoei Steel Works Tbk (JKSW) pada 21 Juli 2025 mendatang.

Bursa dapat melakukan delisting apabila emiten mengalami suatu kondisi atau peristiwa yang signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha emiten, baik secara finansial atau secara hukum, dan tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.

"Kami mengevaluasi di mana perusahaan mengalami suatu kondisi atau peristiwa yang signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha Perusahaan Tercatat, baik secara finansial atau secara hukum, dan Perusahaan Tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai," tulis manajemen JKSW.

JKSW berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham perseroan baik yang dimiliki publik atau masyarakat dalam rangka delisting. 

Perseroan mematok harga buyback sebesar Rp59 per saham pada pelaksanaan 30 Januari-31 Juli 2025.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya