Berita

Presiden Prabowo Subianto/Ist

Politik

Menanti Ketum Parpol Tantang Prabowo di 2029

MINGGU, 16 FEBRUARI 2025 | 11:05 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Setelah Partai Gerindra memutuskan kembali mencalonkan Prabowo Subianto menjadi Capres di Pilpres 2029, pertanyaan besar pun muncul, siapa yang berani menantangnya?

Dengan dihapuskannya ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold), semua partai politik yang lolos ke parlemen memiliki peluang yang sama untuk mengusung calon mereka sendiri.

Pengamat politik Adi Prayitno mendorong partai-partai besar untuk mencalonkan kader terbaik mereka di Pilpres 2029.


"Semua partai politik hari ini yang lolos ke parlemen itu punya keistimewaan untuk mengusung kader terbaik mereka terutama ketua umum mereka untuk bertanding di Pilpres," kata Adi lewat kanal YouTube miliknya, Minggu 16 Februari 2025.

Namun, realitas politik sering kali tidak semudah teori. Adi melihat, ada kekhawatiran bahwa partai-partai justru ragu atau bahkan tidak percaya diri untuk menantang Prabowo.

"Partai politik itu nggak punya nyali mungkin, mereka itu sudah underestimate duluan menghadapi Prabowo Subianto, mungkin juga  mereka sudah mengkalkulasi, sudah merasa kalah duluan jika harus menghadapi Prabowo," kata Adi.

Meskipun demikian, dinamika politik lima tahun ke depan masih penuh kejutan. Jika partai-partai berani mengambil risiko dan mengusung figur baru, Pilpres 2029 bisa menjadi ajang kompetisi yang lebih kompetitif. 

Akankah ada nama-nama baru yang muncul, atau dominasi Prabowo akan semakin menguat? Jawabannya akan ditentukan oleh strategi dan keberanian partai-partai politik dalam lima tahun mendatang.



Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya