Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Rusia-Ukraina Berpotensi Damai, Harga Minyak Stabil

JUMAT, 14 FEBRUARI 2025 | 09:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keputusan pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk menunda pengumuman tarif hingga April dan potensi perdamaian Rusia-Ukraina membuat harga minyak mentah ditutup datar pada Kamis, 13 Februari 2025.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent turun 16 sen dan ditutup pada 75,02 Dolar AS per barel atau 0,21 persen. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup turun 8 sen atau 0,11 persen pada 71,29 Dolar AS per barel.

Sebelumnya harga minyak jatuh karena potensi kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina membuat pedagang khawatir bahwa berakhirnya sanksi terhadap Moskow dapat meningkatkan pasokan energi global.


"Kami melihat pemulihan besar dalam harga tarif yang tidak akan berlaku hingga April," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group. 

"Itu akan memberi waktu untuk negosiasi," ujarnya.

Analis PVM John Evans mengatakan, berita Ukraina dan data persediaan minyak AS hari Rabu mengimbangi angka inflasi AS yang lebih tinggi yang dapat mendorong Federal Reserve untuk mengambil pendekatan hati-hati terhadap penurunan suku bunga pada tahun 2025.

Rusia adalah produsen minyak terbesar ketiga di dunia dan sanksi yang dijatuhkan pada ekspor minyak mentahnya setelah invasinya ke Ukraina hampir tiga tahun lalu telah mendukung kenaikan harga.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya