Berita

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto/Ist

Politik

Bansos Rp250 Triliun Tak Tepat Sasaran Cukup untuk Biayai MBG 2 Tahun

KAMIS, 13 FEBRUARI 2025 | 13:30 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Anggaran bantuan sosial (bansos) era Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi yang tidak tepat sasaran sekitar Rp250 triliun, dianggap cukup untuk membiayai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. 

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti memandang, temuan 50 persen dana bansos era Jokowi tidak tepat sasaran, seharusnya bisa diusut karena bisa memperlancar program MBG Prabowo. 

Sebab, menurutnya, pengelolaan anggaran pemerintahan Jokowi tidak seperti yang digambarkan lembaga survei, justru malah memunculkan polemik di publik. 


"Sepuluh tahun di era Jokowi, dengan jejelan hasil survei yang menyebut tingkat kepuasan selalu mencapai angka 70 persen ke atas, apa yang didapatkan bangsa ini?" ujar Ray kepada RMOL, pada Kamis 13 Februari 2025.

Ray menjelaskan, citra positif yang dibuat lembaga survei terhadap pemerintahan Jokowi, seolah meninakbobokan publik dari masalah yang terjadi dan berkorelasi langsung dengan hajat hidup masyarakat. 

"Kepuasan yang dijejalkan, kenyatannya, meluputkan masyarakat untuk mengawasi tata kelola pemerintahan dan pejabatnya," kata Ray. 

Sarjana politik lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu mencontohkan, pengelolaan anggaran pemerintahan Jokowi kini berdampak pada pemerintahan Presiden Prabowo. 

"Masyarakat luput mengawasi bahwa ada setengah dari Rp500 triliun dana bansos yang dikucurkan tidak tepat sasaran," kata Ray.

"Setengah dari Rp500 trilun itu artinya Rp250 triliun. Dana ini cukup membiayai MBG setidaknya dalam 2 tahun," demikian Ray.



Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Pasar Minyak Wait and See Situasi Terkini Hormuz

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:14

Kedekatan dengan Megawati Menguntungkan Pemerintahan Prabowo

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:04

Telur Jatuh di Bawah Harga Impas, BGN Turun Tangan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:51

Kebakaran Hebat di Kemayoran Ludeskan 250 Rumah

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:38

Video Parade ALF di Perbatasan Aljazair Jadi Sorotan Internasional

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:32

Anies Angkat Topi untuk Dino Patti Djalal: Bukan Diplomat Karbitan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:31

IHSG Loncat 1,35 Persen, Rupiah Tertekan Pagi Ini di Rp17.888 per Dolar AS

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:26

Iran Ancam Hentikan Negosiasi Jika Israel Terus Serang Lebanon

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:09

Wildan Hakim: Gandengan Tangan Prabowo dan Megawati Peristiwa yang Natural

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:58

GREAT Institute: Shangri-La Dialogue Krusial untuk Navigasi Ketidakpastian Geopolitik

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya