Berita

Ilustrasi (Foto: AP)

Bisnis

BREN-CUAN Prajogo Rontok Lagi, IHSG Ambruk di 6.531

SELASA, 11 FEBRUARI 2025 | 19:21 WIB | OLEH: ADE MULYANA

SENTIMEN kebijakan tarif impor baja dan aluminum Donald Trump gagal menghadirkan optimisme tinggi di sesi perdagangan Wall Street awal pekan ini. Pantauan menunjukkan kinerja indeks Wall Street yang seluruh nya hanya mampu membukukan kenaikan moderat dalam sesi perdagangan yang berakhir Selasa pagi waktu Indonesia Barat.

Lonjakan saham produsen baja tentu tak terelakkan, namun sejumlah lonjakan yang terjadi gagal mengangkat Indeks lebih tajam. Situasi ini diakibatkan oleh sikap pelaku pasar yang bergeser dengan mencoba mengantisipasi rilis data inflasi terkini AS yang akan dilakukan sepanjang pekan ini. Laporan lain juga menyebutkan, sikap pelaku pasar yang juga menantikan pernyataan pimpinan The Fed, Powell di hadapan Kongres yang diagendakan Selasa malam nanti waktu Indonesia Barat dan Rabu besok.

Kinerja indeks Wall Street yang berada di rentang moderat akhirnya menjadi pilihan yang paling mungkin dan situasi ini kemudian menghadirkan sikap ragu di sesi perdagangan Asia hari ini, Selasa 11 Februari 2025. Namun secara keseluruhan, pelaku pasar di Asia masih mencoba bertahan dengan optimisme yang berhati-hati.


Tiadanya sentimen regional yang signifikan semakin mengukuhkan keraguan investor di Asia hingga membuat indeks terjebak di rentang terbatas. Pantauan lebih jauh juga memperlihatkan, sentimen dari rilis data keyakinan konsumen dan keyakinan bisnis di Australia yang jauh dari memadai untuk menghantarkan optimisme di kalangan pelaku pasar di negeri Kanguru itu. Gerak Indeks di rentang moderat juga terlihat konsisten di sepanjang sesi perdagangan hingga penutupan.

Indeks Nikkei (Jepang) menutup sesi dengan flat atau naik sangat tipis  0,04 persen di 38.801,17, kinerja flat juga terjadi pada Indeks ASX200 (Australia) yang ditutup naik sangat tipis 0,01 persen di 8.484,0 dan Indeks KOSPI (Korea Selatan) melonjak signifikan 0,71 persen di 2.539,05.

Sentimen dan pola serupa juga terjadi di bursa saham Indonesia, dengan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kesulitan mencetak gerak positif. Tekanan jual yang mendera IHSG terkesan sempat mereda dibanding tiga hari sesi perdagangan sebelumnya secara beruntun. IHSG terlihat masih sangat kesulitan untuk sekedar menjangkau zona positif.

Pelaku pasar di Jakarta terlihat mencoba mengantisipasi sentimen domestik dari rilis data indeks keyakinan konsumen yang diklaim sebesar 127,2 untuk periode Januari lalu atau tipis di bawah bulan sebelumnya yang sebesar 127,7. Namun usai rilis data tersebut, IHSG terkesan tak beranjak dari gerak di zona merah. Sementara sentimen domestik minor lainnya datang dari pentas politik nasional, di mana wacana reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo belum juga menemui kepastian.

Rangkaian minimnya sentimen yang tersedia tersebut kemudian memaksa sikap ragu investor bertahan. Menjelang sesi perdagangan sore, keraguan terkesan beralih ke pesimisme untuk menurunkan IHSG lebih tajam. IHSG bahkan terkesan konsisten menjejak zona penurunan tajam untuk kemudian menutup sesi dengan runtuh  1,75 persen di 6.531,99.

Pantauan dari jalannya sesi perdagangan menunjukkan, kinerja dua saham dalam kelompok konglomerasi Prajogo Pangestu yang kembali mencatat gerak merah lanjutan. Saham BREN tercatat menutup sesi dengan merosot curam  9,39 persen di Rp6.025, sedang saham CUAN kembali tersungkur tajam 19,0 persen di Rp7.350. Saham group Prajogo lain yaitu PTRO dan TPIA juga terpantau anjlok curam, meski tak separah  CUAN. Pantauan RMOL memperlihatkan, kinerja merah saham-saham milik Prajogo Pangestu yang kini telah berlangsung dalam empat hari sesi perdagangan secara beruntun.

Sementara kinerja saham-saham unggulan terlihat kembali terhajar tekanan jual agresif. Sejumlah saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan runtuh dalam rentang bervariasi dan cenderung tajam, seperti: BBCA, BMRI, BBNI, ADRO, TLKM,  ISAT, JPFA, INDF dan ICBP.

Sedangkan empat saham unggulan, yaitu: BBRI, ASII, UNTR dan PGAS,  terpantau mampu menutup sesi dengan positif.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya