Berita

Ilustrasi (Foto: Antara)

Bisnis

Trump Hadapi Inflasi, Dolar AS Melonjak di Rp16.380

SELASA, 11 FEBRUARI 2025 | 18:18 WIB | OLEH: ADE MULYANA

UJIAN awal bagi pemerintahan Presiden Donald Trump segera berlanjut. Setelah rilis data ketenaga kerjaan terkini gagal memberikan sinyal jelas bagi pelaku pasar, pemerintahan Trump kini segera menghadapi ujian berikutnya dari rilis data inflasi terkini. Laporan menyebutkan, rilis data inflasi yang akan dilakukan pada sesi Rabu besok sementara rilis Indeks harga produsen diagendakan sehari setelahnya.

Trump yang dalam sejumlah kesempatan bertekad menurunkan suku bunga kini dalam pertaruhan penting. Bila data inflasi memperlihatkan situasi yang sulit maka tekad Trump akan menjadi sekedar omon-omon. Sejumlah laporan yang beredar di kalangan pelaku pasar bahkan telah memperkirakan besaran inflasi yang akan sangat menyulitkan bagi Bank Sentral AS, The Fed untuk menurunkan suku bunga.

Di tengah penantian rilis data tersebut serta rangkaian sentimen yang berkembang, sikap pelaku pasar akhirnya cenderung pesimis namun tetap dalam keraguan. Akibatnya, kinerja nilai tukar mata uang utama dunia kembali bergerak di rentang sempit dan cenderung melemah. Pola gerak melemah di rentang sempit tersebut kemudian menjalar hingga sesi perdagangan di Asia hari ini, Selasa 11 Februari 2025.


Pantauan menyeluruh di pasar Asia memperlihatkan, gerak melemah terbatas yang seragam mendera mata uang Asia. Hingga sesi perdagangan sore ini berlangsung, mata uang Asia tercatat hanya menyisakan Rupee India yang mampu membukukan gerak penguatan konsisten dan meyakinkan.

Gerak balik penguatan Rupee yang konsisten dan signifikan dinilai sekedar mengikuti potensi teknikal usai mengalami serangkaian pelemahan dalam jangka panjang. Sedang pada Baht Thailand, gerak merosot terjadi dalam rentang tajam hingga kisaran 0,8 persen, untuk sekaligus mencatatkan diri sebagai mata uang berkinerja terburuk di Asia.

Sementara terkhusus pada Rupiah, kinerja konsisten menjejak di zona pelemahan semakin terkukuhkan oleh sentimen domestik yang tersedia. Rilis data terkini menyebutkan, Indeks keyakinan konsumen yang berada di kisaran 127,2 untuk periode Januari lalu. Posisi tersebut sedikit turun dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 127,7.

Namun penurunan yang sangat tipis tersebut dijadikan momentum oleh pelaku pasar untuk kembali mendiskon Rupiah. Pantauan menunjukkan, kinerja Rupiah yang konsisten menjejak zona pelemahan di sepanjang sesi hari ini. Hingga ulasan ini disunting, Rupiah terpantau bertengger di kisaran Rp16.383 per Dolar AS setelah terkoreksi moderat 0,27 persen.

Rupiah kini kembali mencoba peruntungan sentimen domestik dari rilis pertumbuhan penjualan ritel yang diagendakan pada Rabu besok. Rilis data yang kondusif, diyakini akan mampu untuk setidaknya menahan Rupiah dari ancaman pesimisme akibat serangan sentimen global yang cenderung jauh dari bersahabat.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya