Berita

Menteri Kebudayaan Fadli Zon/Repro

Nusantara

Fadli Zon Tantang Arkeolog Ungkap Misteri Gunung Padang

SELASA, 11 FEBRUARI 2025 | 10:30 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menantang para arkeolog dan sejarawan untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik Situs Gunung Padang.

Dalam diskusi publik bertajuk “Melihat Kembali Nilai-Nilai Penting Situs Cagar Budaya Nasional Gunung Padang: Suatu Upaya Pelestarian Cagar Budaya Berkelanjutan”, Fadli menegaskan pentingnya penelitian mendalam terhadap situs megalitik yang disebut-sebut sebagai piramida kuno itu.

Gunung Padang yang terletak di Cianjur, kembali menjadi perbincangan setelah muncul dalam salah satu episode serial Ancient Apocalypse di Netflix. 


Menurut Fadli Zon, dokumenter itu memantik minat masyarakat luas, meski masih menimbulkan perdebatan di kalangan ilmuwan. 

"Itu salah satu film yang lepas kita setuju atau tidak setuju, terutama para arkeolog, kalau masyarakat sih setuju-setuju saja karena menghibur dan ternyata banyak informasi yang di luar dugaan," kata Fadli di Graha Utama, Gedung Ki Hajar Dewantara, Kemendikdasmen, Senin 11 Februari 2025.

Fadli mengakui bahwa arkeologi sebagai disiplin ilmu harus berdasar pada riset dan data, namun ia menekankan bahwa polemik adalah bagian dari proses menemukan kebenaran baru.

"Saya bersama Pak Wamen Giring Ganesha mengunjungi Gunung Padang di penghujung 2024. Saya melihat antusiasme masyarakat semakin besar, baik wisatawan lokal maupun asing," kata Fadli.

Namun, hingga kini situs ini masih menyimpan banyak tanda tanya. Apakah benar ini adalah warisan peradaban kuno? Jika iya, seperti apa bentuknya dulu?

"Tentu ini challenging untuk para arkeolog dan sejarawan mungkin juga ahli arsitektur apa sebenarnya gunung Padang itu?" tanya politikus Partai Gerindra itu.

Ia juga menyoroti potensi Indonesia sebagai salah satu pusat peradaban tertua di dunia. Dari temuan fosil, 50–60 persen Homo erectus yang ditemukan di dunia berasal dari Indonesia.

"Kalau politisi itu melihat 50+1 itu sudah mayoritas," seloroh Fadli.

Dia menambahkan, warisan budaya dan sejarah Indonesia harus terus diteliti dan dipromosikan, bukan hanya untuk kepentingan akademis, tetapi juga demi membangun kebanggaan nasional. 

Ia berharap di masa depan akan ada penemuan-penemuan baru yang bisa memperkuat posisi Indonesia dalam peta peradaban dunia.

"Pertanyaan-pertanyaan itu saya kira menjadi misteri yang memerlukan satu jawaban. Inilah yang kita harapkan ke depan apa yang bisa kita lakukan untuk memberikan jawaban itu," tandas Fadli.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya