Berita

Jurubicara DPP PDIP, Mohamad Guntur Romli/Istimewa

Politik

PDIP: Survei LSI soal Hasto Pesanan Lawan

SENIN, 10 FEBRUARI 2025 | 14:57 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Rilis survei opini publik Lembaga Survei Indonesia (LSI) bahwa 77 persen masyarakat percaya Hasto Kristiyanto terlibat kasus korupsi Harun Masiku, dikritik Jurubicara PDIP, Mohamad Guntur Romli. 

Menurut Guntur, rilis survei tersebut tak lebih dari sekadar penggiringan opini negatif terhadap Sekjen DPP PDIP itu. 

“Hasil survei dan pemberitaan bisa dilihat sebagai upaya penggiringan opini negatif,” tegas Guntur dalam keterangan resminya, Senin, 10 Februari 2025. 


Guntur bahkan mengklaim pihaknya mendapatkan informasi bahwa rilis survei LSI terkait Hasto tersebut adalah pesanan dari pihak-pihak tertentu.  

“Menurut informasi yang kami dapat berdasarkan 'pesanan' dari lawan politik PDI Perjuangan dan Sekjen PDI Perjuangan,” ungkapnya. 

Guntur memaparkan, berdasarkan data survei, ternyata cuma 38,2 persen mengaku tahu kasus Hasto dan Harun. Dan dari 38 persen itu, 77 persen disebutkan yakin Hasto terlibat. Artinya, kata dia, hanya 20-an persen masyarakat yang yakin Hasto terlibat. 

“Tapi kenapa framing pemberitaan berita menjadi '77 persen masyarakat yakin Hasto terlibat Harun Masiku'?” sesalnya.  

Di sisi lain, Guntur justru mempertanyakan kenapa yang dipilih hanya kasus Hasto yang jelas-jelas tidak ada kerugian negara sama sekali di sana. 

“Bukan kasus-kasus lain yang lebih ramai dan berdampak langsung pada masyarakat, misalnya Jokowi masuk finalis orang terkorup sedunia versi OCCRP, ini dampaknya lebih jelas mempermalukan Indonesia di mata dunia, hingga coretan Adili Jokowi,” tegasnya. 

“Kasis pagar laut, kelangkaan gas elpiji 3 kg yang sudah membawa korban jiwa dan lain-lain, apakah survei LSI itu untuk mengalihkan isu dari kasus-kasus di atas?” imbuhnya menyesalkan. 

Lebih jauh, Guntur juga menyoroti profesionalitas para peneliti dalam kasus Hasto yang dimasukkan ke dalam survei tersebut. 

Menurutnya, dari perspektif seorang peneliti dan penyelenggara survei profesional, sebuah survei opini publik tak selayaknya dipakai untuk menanyakan pendapat warga tentang keterlibatan seseorang dalam kasus hukum. 

“Pertama, tidak etis. Bahkan cenderung bisa dilihat sebagai pesanan dari 'lawan politik',” kata dia.

Kedua, lanjut Guntur, bisa punya dampak pada kemandirian keputusan lembaga peradilan. Harusnya semua pihak menghormati proses peradilan, jangan diintervensi dengan baik dari sisi politik, opini publik, apalagi duit.

“Ketiga, secara rasional tidak fair bagi tokoh yang dinilai-sebab warga yang menjadi responden (sekalipun mengaku tahu) tidak punya pemahaman memadai tentang soal hukum yang dihadapi sang tokoh itu,” pungkasnya.

Seperti diberitakan RMOL, hasil survei yang digelar LSI mencatat sebanyak 77 persen masyarakat percaya Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, terlibat dalam kasus korupsi pergantian antarwaktu (PAW) Anggota DPR RI Harun Masiku. 

"Langkah KPK tersebut didukung oleh masyarakat, karena masyarakat meyakini yang bersangkutan itu memang terlibat kasus. Di sini 77 persen masyarakat percaya Sekjen PDIP terlibat kasus Harun Masiku itu,” kata Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, dalam paparan survei yang digelar daring, Minggu, 9 Februari 2025.

Sementara itu, ada 15,5 persen responden menjawab kurang percaya Hasto terlibat kasus korupsi Harun Masiku. Lalu responden yang menjawab tidak percaya sama sekali sebesar 0,9 persen.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya