Berita

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin Upacara Operasi Gaktib dan Yustisi Polisi Militer 2025, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin pagi, 10 Februari 2025/RMOL

Pertahanan

Cegah Penyalahgunaan Jabatan, Panglima TNI Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi Polisi Militer 2025

SENIN, 10 FEBRUARI 2025 | 12:31 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Operasi penegakan ketertiban dan hukum (Gaktib dan Yustisi), Polisi Militer 2025, digelar Markas Besar (Mabes) Tentara Nasional Indonesia (TNI), di Cilangkap, Jakarta Timur, Senin pagi, 10 Februari 2025.

Upacara Operasi Gaktib dan Yustisi 2025 yang dipimpin Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto turut dihadiri personel penegak hukum dari Propam dan Korlantas Polri, Kejaksaan Agung, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, hingga Dinas Perhubungan (Dishub). 

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan pesannya untuk personel Polisi Militer TNI, agar dalam bertugas tidak menyalahgunakan jabatannya. 


"Untuk itu operasi yang digelar hari ini merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menjaga amanat yang sudah diberikan negara kepada TNI, agar kekuatan yang dimilikinya tidak disalahgunakan untuk kepentingan di luar kepentingan tugas pertahanan negara," ujar Jenderal Agus. 

Dia menambahkan, Operasi Gaktib dan Yustisi Polisi Militer TNI merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun, dalam rangka memastikan komitmen para personel dalam menegakkan disiplin hukum dan tata tertib di lingkungan TNI. 

"Penegakan disiplin hukum dan tata tertib ini menjadi hal yang sangat penting, karena TNI diberi tugas oleh negara untuk menjadi garda terdepan bangsa di bidang pertahanan," jelas Panglima TNI. 

Untuk itu, Jenderal Agus menyatakan kegiatan pagi tadi merupakan sebuah operasi yang harus mengedepankan aspek-aspek edukatif, preventif, dan persuasif, agar prajurit TNI menjadi tertib dan taat hukum karena dilandasi oleh kesadaran yang tinggi untuk patuh pada peraturan yang ada.

"Operasi ini hendaknya mengedepankan aspek keadilan dan kesetaraan di hadapan hukum. Sehingga, diharapkan seluruh lapisan pangkat di lingkungan TNI memiliki tingkat kesadaran hukum yang sama. Polisi militer TNI harus menjadi teladan di lingkungan TNI, dengan bertindak profesional dan melakukan langkah hukum secara adil, transparan dan akuntabel," paparnya. 

"Tuntutan profesionalisme Polisi Militer TNI ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Di mana, reformasi hukum menjadi salah satu program prioritas dalam masa kepemimpinan beliau (Presiden Prabowo Subianto)," demikian Jenderal Agus.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya