Berita

Presiden ke-7 RI Joko Widodo/Ist

Politik

Uchok Sky Khadafi:

Jaringan dan Uang Jokowi Masih Kuat

SENIN, 10 FEBRUARI 2025 | 11:52 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Gerakan adili Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi dianggap bakal sia-sia. Sebab lawan yang dihadapi merupakan presiden dua periode yang memiliki banyak jaringan dan uang untuk melakukan pembungkaman.

Demikian dikatakan Direktur Center For Budget Analysist (CBA) Uchok Sky Khadafi kepada RMOL, Senin 10 Februari 2025.

"Demo-demo adili Jokowi, baik di jalanan maupun di media sosial merupakan sebuah perlawanan rakyat terhadap Jokowi," kata Uchok.


Meski begitu, Uchok melihat saat ini Jokowi masih lebih kuat daripada gerakan rakyat anti Jokowi. 

"Kekuatan Jokowi itu masih punya jaringan dan duit,” kata Uchok.

Ia mencontohkan, Jokowi masih memiliki jaringan yang kuat dan uang banyak. Salah satunya kedekatannya dengan Presiden Prabowo Subianto dan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka yang menjabat Wapres.

"Misalnya jaringan dari setengah dari kabinet Prabowo masih orangnya dia. Dan kepolisian masih sudah dianggap sebagai orangnya dia,” kata Uchok.

Di mata kepolisian, kata Uchok, Jokowi sangat dihargai dan dikagumi, lantaran selama pemerintahannya, Jokowi memberikan ruang bagi korps bhayangkara untuk duduk di pemerintahan.

"Buat kepolisian, Jokowi sangat dikagumi lantaran berjasa mendistribusikan anggota kepolisian ke lembaga lembaga negara,” kata Uchok.

Oleh sebab itu, Uchok menilai, demonstrasi adili Jokowi bakal sia-sia, karena masih ada kekuatan besar di balik Jokowi.

"Gerakan demo adili Jokowi memang masih lemah tapi akan terus berkonsolidasi menjaga demokrasi,” tutup Uchok.

Masyarakat dari berbagai elemen menuntut Jokowi untuk diadili atas kepemimpinannya selama dua periode. 

Kemarahan rakyat terlihat dari banyaknya coretan "Adili Jokowi" di sejumlah kota, antara lain Medan, Jakarta, Yogyakarta, Solo, dan Malang.

Rakyat menilai Jokowi bertanggung jawab atas berbagai kebijakan kontroversial, termasuk proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang terancam mangkrak.



Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Rakyat Ingin Hukum yang Keras terhadap Pelaku Korupsi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 02:19

Sumber APBN Berpeluang dari Harta Rampasan Koruptor

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:57

Gaduh Desil DTSEN, Bonnie Triyana: Buka Mekanisme Sanggah

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:21

Aset Daerah Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:03

Ribuan Pengunjung Padati Hari Pertama Danantara Housing Expo

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:52

Leonardi Divonis 2,5 Tahun Penjara Meski Tak Terbukti Terima Uang

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:22

Kecurigaan Netizen Benar, Habis Karhutla, Muncullah Sawit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:01

Pelindo-BNN Edukasi Pelajar di Empat Kota soal Bahaya Narkoba

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31

Pos Polisi di Kolong Flyover Slipi Dibakar Massa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:10

UU Perampasan Aset Beri Kepastian Hukum Berantas Korupsi

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:00

Selengkapnya