Berita

Seruan di media sosial kepung rumah pribadi Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo/Repro

Politik

Beredar Ajakan Kepung Rumah Jokowi di Solo

MINGGU, 09 FEBRUARI 2025 | 12:26 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Setelah lengser dari jabatan Presiden ke-7 RI, pelan-pelan terungkap kepemimpinan Joko Widodo alias Jokowi selama 10 tahun menyimpan banyak masalah.

Kini, masyarakat dari berbagai elemen menuntut Jokowi untuk diadili atas kepemimpinannya selama dua periode. Kemarahan rakyat terlihat dari banyaknya coretan "Adili Jokowi" di sejumlah kota, antara lain Medan, Jakarta, Yogyakarta, Solo, dan Malang.

Rakyat menilai Jokowi bertanggung jawab atas berbagai kebijakan kontroversial, termasuk proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang terancam mangkrak.


Di Solo, pada Minggu 9 Februari 2025, massa dari sejumlah elemen dikabarkan melakukan aksi yang dimulai dari Balaikota Solo, lalu bergerak menuju rumah Jokowi di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo.

Aksi ini juga dipicu oleh masuknya Jokowi dalam daftar finalis "Tokoh Terkorup 2024" versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP).

Status tersebut memperkuat kecurigaan publik terhadap dugaan penyalahgunaan kekuasaan yang terjadi selama pemerintahannya.

Selain menggelar aksi di jalan, beredar juga seruan di media sosial untuk mengepung kediaman pribadi Jokowi. Meski demikian, hingga saat ini aparat keamanan belum melaporkan adanya pergerakan massa ke lokasi tersebut.

Demonstrasi yang semakin meluas ini menjadi sinyal kuat bahwa kekecewaan publik terhadap kepemimpinan Jokowi mencapai puncaknya. Gelombang tuntutan ini pun masih berpotensi berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

Tidak hanya di Solo, demo adili Jokowi terpantau berlangsung di Jakarta, Medan, Yogyakarta, Makassar, Surabaya, dan Malang.


Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya