Berita

Dok Foto/Ist

Bisnis

PIS Buka Peluang Pelaut Indonesia Bersaing di Kancah Global

JUMAT, 07 FEBRUARI 2025 | 13:13 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Upaya PT Pertamina International Shipping (PIS), lewat kolaborasi dengan International Maritime Employers Council (IMEC) dan International Labor Organization (ILO) sebagai langkah efektif meningkatkan daya saing pelaut Indonesia menuai apresiasi.

Pengamat maritim dari Ikatan Alumni Lemhannas Strategic Centre (ISC), DR. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa menilai kolaborasi ini akan menghadirkan program pelatihan manajerial berstandar internasional. 

Melalui program ini, diharapkan pelaut Indonesia dapat memiliki bekal cukup untuk untuk bersaing di panggung global.
 

 
"PIS memainkan peran kunci dalam memperluas jaringan internasional, pelaut Indonesia untuk dapat bersaing di panggung internasional. Melalui kolaborasi ini, pelaut Indonesia bisa mendapatkan pelatihan komprehensif yang sesuai dengan tuntutan pasar internasional, sekaligus memperoleh pengalaman langsung di lingkungan kerja global," jelas Capt Hakeng dalam keterangannya, Jumat, 7 Februari 2025.
 
PIS juga turut berkontribusi dalam peningkatan kapasitas pelaut Indonesia melalui ekspansi bisnis ke pasar internasional dengan mengoptimalkan armada kapal modern dan ramah lingkungan. 

“Langkah ini tidak hanya memperluas jaringan bisnis perusahaan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pelaut Indonesia untuk mengasah kompetensi mereka di tingkat global,” ungkapnya. 
 
Dengan lebih dari 65 rute internasional yang dilayani oleh armada PIS, pelaut Indonesia berkesempatan untuk bekerja di berbagai wilayah dengan tantangan operasional yang beragam. Pengalaman ini sangat berharga dalam meningkatkan pemahaman mereka terhadap dinamika pasar pelayaran global serta memperkuat daya saing mereka.
 
"Jaringan internasional yang dimiliki PIS telah mengukuhkan tempat tersendiri dalam industri pelayaran internasional. Hal ini membuka jalan baru bagi para pelaut Indonesia untuk mendapatkan pengalaman secara langsung di lingkungan kerja pelayaran internasional,” jelasnya lagi. 

“PIS memberikan kesempatan emas bagi para pelaut Indonesia untuk mendunia, memperluas wawasan, serta meningkatkan kompetensi mereka agar mampu bersaing di kancah global," ujar Capt. Hakeng.
 
Meski demikian, pengamat maritim yang dikenal kritis ini menekankan bahwa untuk memperkuat kapasitas pelaut Indonesia, diperlukan sinergi yang lebih baik antara pemerintah, industri pelayaran, dan lembaga pendidikan maritim.

Menurut dia, pemerintah sebagai pemangku kebijakan harus mendukung kebijakan pelatihan dengan memastikan bahwa infrastruktur pendidikan maritim di Indonesia dapat memenuhi kebutuhan industri. 
 
“Pengembangan talenta masa depan pelaut Indonesia, merupakan tugas bersama para pemangku kepentingan di industri maritim nasional. Ke depannya, kolaborasi antara pemerintah, perusahaan pelayaran, dan lembaga pendidikan maritim akan menjadi kunci dalam memastikan pelaut Indonesia siap bersaing dan memberikan kontribusi signifikan bagi industri pelayaran global,” tutup Hakeng.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya