Berita

Antrean pembelian LPG 3 kg/Ist

Nusantara

Jarnas Prabowo-Gibran:

Kebijakan Tata Niaga LPG 3 Kg Lindungi Masyarakat Kecil

JUMAT, 07 FEBRUARI 2025 | 03:14 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ketua Umum Jaringan Nasional Prabowo-Gibran (Jarnas), Nasarudin membantah isu kelangkaan LPG 3 kg.

Menurut Nasarudin, kuota LPG 3 kg tidak berkurang, sehingga tidak ada kelangkaan.

"Kalau ada kesulitan mendapatkan LPG di tingkat pangkalan, pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan dan desa harus turun langsung untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi," kata Nasarudin dalam keterangan tertulisnya, Kamis 6 Februari 2025.


Nasarudin menduga masalah ini lebih disebabkan oleh perubahan sistem distribusi, di mana masyarakat yang sebelumnya bisa membeli di pengecer atau warung kini harus membeli langsung di pangkalan.

"Jika kesulitan yang dimaksud adalah antrean panjang di pangkalan itu wajar. Karena masyarakat yang selama ini membeli di pengecer kini harus beralih ke pangkalan," kata Nasarudin.

Karena itu, Nasarudin menekankan pentingnya pengawasan ekstra ketat, terutama di tingkat pemerintahan daerah hingga ke desa.

Hal ini untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak ada penyimpangan oleh oknum pemilik pangkalan maupun konsumen yang membeli dalam jumlah besar.

"Kebijakan baru tata niaga LPG 3 kg ini justru melindungi masyarakat kecil agar benar-benar mendapatkan harga yang seharusnya, bukan harga tinggi di pengecer atau warung," kata Nasarudin.

Kebijakan ini didasarkan pada Peraturan Presiden No. 104 Tahun 2007 dan No. 38 Tahun 2019, yang menegaskan bahwa LPG 3 kg hanya diperuntukkan bagi rumah tangga dan usaha mikro untuk keperluan memasak, serta nelayan dan petani sasaran.

Namun, Nasarudin mengakui bahwa transisi ke sistem distribusi baru ini tentu membutuhkan waktu dan pengawasan ketat agar berjalan dengan baik.

Di tengah kebijakan baru ini, Nasarudin turut menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian tragis yang menimpa warga saat antrean LPG 3 kg.

"Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya warga dalam antrean LPG 3 kg. Pemerintah harus memastikan distribusi berjalan lebih baik agar kejadian seperti ini tidak terulang," tutup Nasarudin.



Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya