Berita

Direktur Lembaga Kajian Sabang Merauke Circle, Syahganda Nainggolan dalam podcast di YouTube Bambang_Widjojanto dengan judul 'Kelakuan Menteri Titipan, Jokowi, Berani Langkahi Presiden Bikin Kebijakan Gas LPG 3KG' pada Kamis, 6 Februari 2025./Ist

Politik

Belajar Dari Kasus Bahlil, Prabowo Terbebani Menteri Era Jokowi

KAMIS, 06 FEBRUARI 2025 | 22:17 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Presiden Prabowo terbebani dengan menteri era Presiden Joko Widodo yang kini masih menjabat.

Salah satunya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia yang dinilau tidak bisa menerjemahkan intruksi presiden soal Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kilogram, sehingga menyengsarakan rakyat.

Kira-kira begitu pandangan Direktur Lembaga Kajian Sabang Merauke Circle, Syahganda Nainggolan dalam podcast di YouTube Bambang_Widjojanto dengan judul 'Kelakuan Menteri Titipan, Jokowi, Berani Langkahi Presiden Bikin Kebijakan Gas LPG 3KG' yang dikutip redaksi pada Kamis, 6 Februari 2025.


"Pak Prabowo kasihan, dia ini ideologis, semua untuk rakyat, dia orang berfikir nasional interest. Nah, sekarang tidak didukung kabinetnya model ala Bahlil dulu orang-orang kesayangan Jokowi yang masuk rezim Jokowi begitu semua, mayoritas pengabdi oligarki," kata Syahganda.

Kembali ke persoalan LPG 3 Kg, Syahganda justru meminta Bahlil untuk melihat proses pergantian minyak tanah ke gas oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada tahun 2007.

"Kita bandingkan saat Pak Jusuf Kalla waktu pak SBY itu, tentunya 20 tahun lalu kan dulu pakai minyak tanah," kata Syahganda.

"Lalu ganti gas melon enggak ada keributan, memang ada sedikit ada tapi hampir enggak ada. Kenapa? Karena Jusuf Kalla ketika mengganti dari minyak tanah ke gas 3 kilogram betul-betul rapih disiapkan betul nah ini enggak," sambung Syahganda.

Lanjut Syahganda justru menilai melalui kebijakan yang dilakukan Bahlil, membuat nama Prabowo rusak di masyarakat.

Padahal, kebijakan ini dibuat untuk mensejahterakan masyarakat.

"Ini seolah-olah menuduh mau menghancurkan Prabowo nih Pak Bahlil, ada semacam permainan kekuasaan," kata Syahganda.

Seperti diketahui sebelumnya, warga di awal pekan ini dihebohkan dengan kelangkaan LPG 3 Kg. Pasalnya, warga hanya dapat membeli tabung gas melon di agen resmi bukan warung.

Hal ini membuat warga mengantre panjang seharian demi mendapat gas.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya