Berita

Founder Malleum Iustitiae Institute, Efatha Filomeno Borromae Duarte/Ist

Hukum

Reformasi Polri Mendesak Dilakukan

Viral Kasus Suap Anak Bos Prodia
KAMIS, 06 FEBRUARI 2025 | 01:10 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Serangkaian kasus pelanggaran di tubuh Polri menunjukkan lemahnya integritas institusional serta belum optimalnya mekanisme pengawasan organik.

Salah satunya kasus penyuapan oleh tersangka AN, anak bos Prodia, yang menyeret 4 personel penyidik Polres Metro Jakarta Selatan yang saat ini dipatsuskan di Polda Metro Jaya.

Mereka adalah dua mantan Kasatrekrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Bintoro dan AKBP Gogo Galesung serta Kanit Resmob, AKP AZ dan Kasubnit Resmob Satreskrim Polres Metro Jaksel berinisial ND.


Founder Malleum Iustitiae Institute, Efatha Filomeno Borromae Duarte mengatakan, situasi ini mengindikasikan adanya persoalan serius dalam sistem pengawasan dan pemberian sanksi.

"Jika kita menilik serangkaian kasus pelanggaran di tubuh Polri, tampak jelas bahwa institutionele integriteit kerap diabaikan, sementara mekanisme organisch toezicht belum berfungsi secara optimal," kata Efatha dalam keterangannya, Kamis 6 Februari 2025.

Dosen FISIP Universitas Udayana ini menambahkan bahwa tidak adanya efek jera serta lemahnya sanksi administratif semakin menegaskan urgensi untuk melakukan pembaruan regulasi hukum. 

"Hal ini penting guna menutup celah yuridis yang memungkinkan praktik korupsi terus berlangsung," kata Efatha.

Menurutnya, reformasi total harus dilakukan dengan langkah-langkah konkret, dimulai dari penyempurnaan standar rekrutmen dan promosi berbasis meritokrasi yang transparan. 

Selain itu, evaluasi terhadap akuntabilitas operasional Polri harus dilakukan melalui sinergi antara pengawasan internal dan eksternal.

"Agenda ini tidak bisa sekadar menjadi retorika. Kita membutuhkan sistem checks and balances yang benar-benar independen agar Polri dapat bertransformasi menjadi pilar rechtsstaat yang kokoh," kata Efatha.

Ia menekankan pentingnya langkah-langkah reformasi yang berkelanjutan untuk memulihkan legitimasi publik terhadap citra polri. 

"Pada titik inilah kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian dapat direkonstruksi secara berkelanjutan," pungkas Efatha.



Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya