Berita

Pekerja Migran Indonesia (PMI)/Ist

Politik

Tingkatkan Daya Saing, PMI Harus Upgrade Kemampuan

SENIN, 03 FEBRUARI 2025 | 20:05 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pekerja Migran Indonesia (PMI) perlu mengupgrade pengetahuan dan kemampuan agar bisa setara dengan tenaga kerja asing (TKA).

Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti usai merilis hasil riset tantangan dan implikasi hilirisasi mineral di Indonesia di Restoran Plataran Senayan, Jakarta, Senin, 3 Februari 2025.

"Dilihat dari data BPS, hanya 12 persen saja TKI (PMI) kita yang berpendidikan tinggi. 88 persen masih SMA ke bawah. Itu yang harus di upgrade," kata Esther.


Kondisi ini, menurut Esther, perlu perhatian serius karena dapat memengaruhi daya saing Indonesia di era globalisasi. Ia menekankan bahwa pendidikan harus menjadi prioritas utama, dengan alokasi anggaran yang lebih besar dari pemerintah.

"Kita harus fokus pada pendidikan, karena jika tidak, pada tahun 2045 Indonesia akan menghadapi ledakan pengangguran, bukan bonus demografi," tambahnya.

Masalah lainnya yang dihadapi oleh TKI adalah ketidakjelasan dalam regulasi. Esther mencatat bahwa aturan yang ada tidak terintegrasi dengan baik antara berbagai kementerian, yang membuat pengaturan upah dan perlindungan tenaga kerja menjadi tidak efektif.

Selain itu, Esther juga menyarankan bahwa hilirisasi sektor tenaga kerja perlu dibarengi dengan penguatan ekosistem yang baik. Hal ini tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga pengusaha dan pengembangan infrastruktur yang mendukung.

"Saya takut 2045 bukan bonus demografi tapi bencana demografi kalau tidak kita siapkan benar-benar. Buktinya data BPS menunjukkan TKI (PMI) kita masih berpendidikan rendah," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya