Berita

BBM di SPBU Shell kosong/Net

Bisnis

Stok BBM di SPBU Shell dan BP Langka, Bahlil: Itu Urusan Mereka!

SENIN, 03 FEBRUARI 2025 | 17:59 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU swasta, seperti Shell dan British Protelum (BP) disebabkan oleh kendala teknis perusahaan. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pasokan BBM di SPBU swasta tersebut bergantung pada impor. Sementara pemerintah telah memberikan izin impor sejak Januari 2025.

Dalam hal ini, Bahlil tidak merinci jumlah kuota impor yang diberikan, namun ia menegaskan bahwa keterlambatan distribusi ini merupakan tanggung jawab masing-masing perusahaan.


"Ada perusahaan yang mungkin belum menjalankan impornya atau barangnya sedang dalam perjalanan. Itu urusan mereka," kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin 3 Februari 2025.

Menurut Bahlil, pemerintah telah menjalankan tugasnya dalam menjamin ketersediaan BBM. Namun, faktor teknis seperti keterlambatan kapal pengangkut diduga menjadi penyebab stok BBM di SPBU swasta belum tersedia. 

"Memang ada perusahaan-perusahaan swasta mungkin yang dimaksud ini ada yang kapalnya belum tiba, ini kan persoalan kapal saja," tambahnya.

Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat di platform X ramai mengeluhkan kelangkaan BBM di SPBU Shell dan BP di beberapa wilayah Jakarta. Beberapa pihak bahkan menduga adanya praktik monopoli oleh pemerintah.

President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian sendiri telah mengatakan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan untuk memastikan pasokan BBM segera kembali normal. 

"Saat ini terdapat kendala dalam pengadaan dan penyaluran BBM," ujarnya dalam keterangan tertulis pada pekan lalu.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Aneka Petroindo Raya (BP-AKR) Vanda Laura mengonfirmasi sejumlah SPBU BP-AKR mengalami keterbatasan stok BBM. Meski tidak menjelaskan penyebabnya, ia memastikan bahwa pihaknya berupaya memulihkan ketersediaan produk secepat mungkin. 

"Jaringan SPBU BP saat ini tetap beroperasi dan melayani pembelian produk bahan bakar yang tersedia," katanya dalam pernyataan resmi.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya