Berita

Ilustrasi kelangkaan gas LPG 3 Kg/Net

Politik

Pemuda Katolik Minta Pemerintah Selesaikan Kelangkaan LPG 3 Kg

SENIN, 03 FEBRUARI 2025 | 15:09 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Organisasi Masyarakat (Ormas) Pemuda Katolik khawatir kelangkaan gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 3 kilogram atau gas melon di sejumlah wilayah terus berlanjut.

Pasalnya, warga harus mengantre sejak pagi untuk mendapatkan gas melon di agen-agen terdekat. Padahal, kenyataannya gas melon paling banyak digunakan oleh kalangan masyarakat.

Ketua Bidang Energi Sumber Daya Mineral dan BUMN Pemuda Katolik, Vandarones Purba menyayangkan adanya kelangkaan gas melon dan meminta pemerintah turun tangan.


"Fenomena ini (kelangkaan) harusnya tidak terjadi, kasihan masyarakat yang butuh untuk memasak dan memenuhi kebutuhan sehari-hari jadi tersendat," kata Vanda dalam keterangan resmi pada Senin, 3 Februari 2025.

Vanda meminta stakeholder terkait untuk turun tangan menyelesaikan persoalan ini, mulai dari Pertamina, hingga kementerian terkait dan tidak selesai hanya pernyataan-pernyataan saja.

Artinya, Vanda meminta langkah konkret dari pemerintah.

"Pemerintah segera turun tangan selesaikan masalah ini sebab ini mendasar, baik itu di pemerintah pusat, daerah hingga kementerian terkait," jelas dia.

Di satu sisi, Vanda juga meminta masyarakat agar bersabar serta menunggu antrian dengan tertib. 

Jangan sampai, kelangkaan gas membuat warga yang mengantre jadi terkesan anarkis karena ingin terburu-buru.

"Terakhir kami juga minta rekan-rekan dari Polri untuk awasi agen-agen setempat agar pertama tidak jadi penimbunan, kedua memastikan situasi kondusif di masyarakat jangan sampai gaduh," pungkas Vanda.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya