Berita

Kondisi salah satu sudut pantai Syiah Kuala Banda Aceh yang berserakan sampah/RMOLAceh

Nusantara

Pengunjung Kecewa Pantai Syiah Kuala Kini Penuh Sampah

MINGGU, 02 FEBRUARI 2025 | 06:30 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pantai Syiah Kuala, salah satu destinasi wisata unggulan di Banda Aceh, kini tercemar oleh tumpukan sampah yang berserakan di sepanjang pesisir. Wisatawan yang datang mengeluhkan kondisi tersebut, terutama limbah plastik yang mengotori area pantai dan bebatuan.

"Sayangnya, sampah bertebaran sepanjang pantai. Di pasir, hingga di bebatuan dalam impitan batu," kata Khairul, salah seorang pengunjung, kepada RMOLAceh, Sabtu, 1 Februari 2025.

Pantauan RMOLAceh, sampah yang ditemukan di lokasi beragam, mulai dari plastik jajanan hingga bungkus makanan ringan. Padahal, pihak pengelola telah menyediakan tempat sampah serta papan larangan membuang sampah sembarangan.


Kurangnya kesadaran pengunjung dalam menjaga kebersihan dinilai sebagai penyebab utama pencemaran ini. Khairul menilai kebiasaan membuang sampah sembarangan sebagai tindakan yang merusak lingkungan dan mengancam daya tarik pantai.

"Ini kebiasaan buruk yang harus segera diubah. Jika dibiarkan, pantai ini akan kehilangan daya tariknya," ujarnya.

Pantai Syiah Kuala terletak di Kecamatan Syiah Kuala, hanya sekitar 9 kilometer dari pusat Kota Banda Aceh. Destinasi ini terkenal dengan panorama matahari terbenamnya yang indah serta pasir hitamnya yang sering dimanfaatkan sebagai terapi bagi penderita stroke.

Namun, kondisi pantai yang semakin kotor membuat wisatawan khawatir akan kelangsungan keindahan alamnya. Khairul pun mengajak semua pihak, baik pengelola maupun pengunjung, untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

"Banda Aceh katanya center bagi wilayah lain, masak bersampah gini, malu dong. Jangan tunggu pemerintah saja. Mulai dulu dari kita," imbaunya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya