Berita

Aksi unjuk rasa menuntut Kuwu Wanasaba Kidul, Umaya., mundur dari jabatannya/RMOLJabar

Nusantara

Dituding Korupsi, Kuwu Wanasaba Kidul Didemo Ratusan Warga

MINGGU, 02 FEBRUARI 2025 | 03:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Ratusan warga menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Desa Wanasaba Kidul, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Mereka menuntut Umaya mundur dari jabatannya sebagai Kepala Desa (Kuwu) Wanasaba Kidul.

Salah seorang warga yang turut berdemo, Endi, menuding Umaya telah merugikan masyarakat dengan menyalahgunakan wewenang serta tidak transparan dalam pengelolaan anggaran desa.

“Kami sudah menyampaikan tuntutan kami, tapi kepala desa tidak bisa menjawab tuduhan-tuduhan yang ada. Kalau tidak mundur, kami akan gelar demo yang lebih besar lagi dalam waktu satu minggu ke depan,” kata Endi, dikutip RMOLJabar, Sabtu 1 Februari 2025.


Endi lantas memaparkan sejumlah dugaan pelanggaran yang dilakukan Umaya. Antara lain penjualan kendaraan dinas desa tanpa musyawarah, penyewaan lahan pertanian tanpa dasar hukum, serta tidak tersalurkannya anggaran untuk lembaga kepemudaan (Karang Taruna).

“Lahan pertanian dijadikan gudang tanpa izin musyawarah. Anggaran untuk pembangunan kandang sapi juga baru dilaksanakan tahun 2025 meskipun sudah dianggarkan pada 2024,” bebernya.

Ditambahkan Endi, dugaan pelanggaran lainnya adalah penyalahgunaan dana desa untuk kepentingan pribadi serta penjualan rumah pribadi kepala desa untuk membayar bantuan langsung tunai (BLT) dan tunjangan RT.

“Kami yakin kalau semua ini diungkap, sehari pun tidak akan cukup,” ujarnya.

Selain persoalan anggaran, Kuwu Umaya pernah terlibat dalam insiden kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan kerugian besar.

“Dulu pernah nabrak tiga mobil di Kalitanjung, itu hadiah buat masyarakat,” sindirnya.

Aksi unjuk rasa ini diramaikan dengan sejumlah spanduk bertuliskan, "Pecat Kuwu Umaya!", "Koruptor Itu di Penjara, Bukan di Desa!", serta "BPD Titel Tinggi, Nggak Punya Nyali, Turunkan Umaya!".

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya