Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Indeks Kepercayaan Industri Januari 2025 Meningkat di 100 Hari Kerja Prabowo

SABTU, 01 FEBRUARI 2025 | 14:19 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Januari 2025 terpantau meningkat mencapai 53,10. Angka ini naik 0,17 poin dibandingkan Desember 2024 yang sebesar 52,93. 

Sementara jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, IKI juga tercatat meningkat 0,75 poin dari 52,35 di 100 hari kerja pemerintahan Prabowo.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arif, mengungkapkan bahwa dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, sebanyak 20 subsektor mengalami ekspansi, sementara tiga subsektor lainnya mengalami kontraksi. 


“Subsektor yang ekspansi berkontribusi sebesar 95,5 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas pada triwulan III-2024,” ujar Febri di Jakarta, dikutip Sabtu 1 Februari 2025.

Meskipun IKI mengalami kenaikan, industri pada Januari 2025 masih terlihat sedikit menahan laju produksinya. 
Hal ini disebabkan oleh masih tingginya stok barang dari produksi Desember 2024 yang sebelumnya meningkat guna mengantisipasi kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12 persen.
“Kondisi ini wajar karena industri sempat bersiap menghadapi kenaikan PPN 12 persen. Namun, setelah Presiden dan Menteri Keuangan mengumumkan bahwa kenaikan PPN hanya berlaku untuk barang mewah, industri akhirnya sedikit menahan produksi di Januari,” jelas Febri.

Indikator lain yang turut mendukung peningkatan IKI adalah variabel pesanan baru yang mengalami percepatan ekspansi sebesar 2,03 poin menjadi 52,7. 

Sementara itu, variabel produksi tetap berada dalam zona ekspansi di angka 53,39, meskipun mengalami perlambatan sebesar 2,14 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Di sisi lain, persediaan produk juga mengalami perlambatan ekspansi sebesar 1,0 poin menjadi 53,58.

Febri menjelaskan bahwa dua subsektor dengan nilai IKI tertinggi pada Januari 2025 berasal dari industri alat angkutan lainnya serta industri peralatan listrik. 

Sementara itu, tiga subsektor yang mengalami kontraksi terdalam adalah industri minuman, industri komputer, barang elektronik dan optik, serta industri pengolahan lainnya.

Secara umum, kondisi usaha ini masih terpantau baik, dengan 76,8 persen responden menyatakan bahwa aktivitas usaha mereka membaik atau stabil. 

“Sebanyak 30,3 persen pelaku industri menyatakan kondisi usahanya membaik, meningkat 0,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, 46,5 persen responden menyebut kondisi usahanya tetap stabil,” kata Febri.

Sementara itu, persentase pelaku usaha yang mengalami penurunan dalam usahanya turun menjadi 23,2 persen pada Januari 2025. Namun, optimisme pelaku usaha terhadap kondisi enam bulan mendatang mengalami sedikit penurunan dibandingkan Desember 2024.

“Sebanyak 72,5 persen pelaku usaha optimistis terhadap kondisi usaha dalam enam bulan ke depan, turun 0,8 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, 21,8 persen responden memperkirakan kondisi usaha mereka akan stabil, dan 5,7 persen menyatakan pesimisme, meningkat 0,2 persen,” ungkap Febri.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya