Berita

Ilustrasi/Ist

Bisnis

Gedung Putih Tegaskan Lagi Tarif Trump, Dolar AS Berkibar

SABTU, 01 FEBRUARI 2025 | 08:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dolar AS menguat di akhir pekan saat Gedung Putih menegaskan bahwa Presiden Donald Trump akan mengenakan tarif 25 persen pada impor dari Kanada dan Meksiko, serta 10 persen pada barang-barang dari China, pada hari ini.

Trump dikabarkan akan menunda penerapan tarif hingga 1 Maret dengan pengecualian terbatas untuk beberapa barang impor. 

Namun, juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, justru menegaskan bahwa tarif akan diumumkan pada Sabtu 1 Februari 2025 dan berlaku segera.


Analis mengatakan, pergerakan Dolar yang kuat saat ini terutama dipicu oleh tarif dan kebijakan pemerintahan. 

"Salah satu tantangan terbesar adalah bahwa Dolar yang lebih kuat telah menjadi salah satu posisi dominan dalam perdagangan global," ujar Marvin Loh, ahli strategi pasar global senior di State Street, Boston.

Perdagangan Dolar saat ini mengalami overposisi dan memerlukan katalis baru untuk terus bergerak naik. 

"Ancaman atau penerapan tarif selama akhir pekan menjadi faktor utama yang mendorong pergerakan saat ini," tambah Marvin. 

Dikutip dari Reuters, Dolar AS menguat 0,12 persen terhadap Dolar Kanada, pada Jumat 31 Januari 2025 atau Sabtu WIB.

Peso Meksiko naik 0,17 persen menjadi 20,728 per Dolar AS.

Yen Jepang juga melemah. Pantauan RMOL, Dolar AS menguat 0,64 persen terhadap Yen pada Sabtu pukul 07.40 WIB.  1 Dolar AS sama dengan 155,21 Yen. 

Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda, menegaskan bahwa bank sentral harus mempertahankan kebijakan moneter yang longgar untuk memastikan inflasi inti terus meningkat menuju target 2 persen. 

Dolar juga menguat 0,1 persen terhadap Franc Swiss menjadi 0,9016, serta mencatat kenaikan mingguan sebesar 0,5 persen setelah sebelumnya mengalami dua minggu berturut-turut penurunan.

Euro melemah 0,3 persen menjadi 1,0367 Dolar AS. 

Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga pada Kamis 30 Januari, dengan kebijakan moneter yang tetap terbuka untuk kemungkinan pemangkasan lebih lanjut pada bulan Maret. Sementara, Federal Reserve mempertahankan suku bunga. 

Indeks dolar, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama termasuk Yen dan Euro, naik 0,31 persen menjadi 108,42. 

Indeks ini juga mencatat kenaikan mingguan sebesar 0,93 persen, mengakhiri dua minggu berturut-turut penurunan sebelumnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya