Berita

Tangkapan layar DeepSeek/Repro

Bisnis

Korsel Desak DeepSeek Jelaskan Cara Proteksi Data Pengguna

JUMAT, 31 JANUARI 2025 | 22:22 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Regulator data Korea Selatan mendesak startup kecerdasan buatan (AI) asal China, DeepSeek, untuk menjelaskan bagaimana perusahaan itu menjaga keamanan data penggunanya.

Seperti dikutip Reuters pada Jumat 31 Januari 31 Januari 2025, pejabat Komisi Perlindungan Informasi Pribadi Korea Selatan mengonfirmasi bahwa pihaknya telah meminta penjelasan resmi dari DeepSeek mengenai tata kelola data pengguna mereka.

"Kami berniat untuk mengajukan permintaan kami secara tertulis paling cepat hari Jumat untuk mendapatkan informasi tentang bagaimana DeepSeek menangani data pribadi," kata seorang pejabat tersebut.


Selain Korea Selatan, sejumlah negara lain juga dikabarkan tengah menyelidiki kebijakan keamanan data chatbot AI milik DeepSeek.

Baru-baru ini, DeepSeek menjadi sorotan setelah meluncurkan chatbot AI dengan harga terjangkau, yang mengguncang industri teknologi global, terutama di Amerika Serikat (AS). 

Kehadirannya bahkan telah menyebabkan saham Nvidia anjlok hingga 17 persen dalam satu hari, sehingga membuat kekayaan CEO Jensen Huang merosot sekitar 20,8 miliar (Rp337 triliun).

Perusahaan China ini mengklaim bahwa chatbot AI yang mereka kembangkan mampu menyaingi teknologi AI terdepan di AS, namun dengan biaya produksi yang jauh lebih rendah dibandingkan investasi perusahaan-perusahaan teknologi besar di negara tersebut.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya