Berita

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani/RMOL

Bisnis

Rosan Optimis Target Investasi Rp1.900 Triliun Dapat Tercapai Tahun Ini

JUMAT, 31 JANUARI 2025 | 13:31 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengaku optimis target realisasi investasi sebesar Rp1.905,6 triliun pada 2025 dapat tercapai. 

Target tersebut meningkat 15,5 persen dibanding tahun sebelumnya, yang diperlukan untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional yang diproyeksikan mencapai 5,3 persen tahun ini.

Target ini, kata Rosan diyakini akan tercapai atas proyeksi arus investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) ke ASEAN yang terus meningkat. 


Ia mengungkapkan bahwa pada 2023, FDI ke kawasan tersebut mencapai 230 miliar Dolar AS dan diperkirakan bertambah menjadi 240 miliar Dolar AS pada 2024. Dari jumlah tersebut, sekitar 14-15 persen masuk ke Indonesia, sementara kontribusi Indonesia terhadap ekonomi ASEAN mencapai 40 persen.

"Kami di Kementerian Investasi yakin target ini bisa dicapai, karena (investasi asing) yang masuk ke ASEAN. Kalau dibandingkan secara lurus kita punya ruang tarik investasi lebih besar ke Indonesia," ujar Rosan dalam keterangannya di Kantor BKPM, Jakarta, Jumat 31 Januari 2025.

Meski demikian, Rosan mengakui bahwa ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi guna menarik lebih banyak investasi. Untuk itu, Kementerian Investasi akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait dalam menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.

"Kita yakini room kita besar dan kita harus proaktif," tuturnya.

Salah satu tantangan utama yang tengah dibenahi adalah lambatnya proses perizinan investasi. Menurut Rosan, dalam tiga bulan terakhir, pemerintah telah melakukan sejumlah penyempurnaan guna meningkatkan kemudahan berusaha di Indonesia.

"Paling klasik masalah kita perizinannya paling lambat, opportunity sudah banyak ini dalam 3 bulan terakhir benar-benar kita sempurnakan, karena orang investasi maunya apa? long term commitment, kepastian, jadi itu yang kita perbaiki iklim investasi ease of doing business," kata Rosan.

Sebagai langkah konkret, pemerintah telah menetapkan perjanjian tingkat layanan atau service level agreement dengan 18 kementerian terkait agar proses perizinan berjalan lebih cepat dan transparan. 

Rosan menegaskan bahwa batas waktu yang telah ditentukan harus dipatuhi agar tidak menimbulkan ketidakpastian bagi investor.

"Kami sudah bilang ke kementerian didukung penuh Presiden. Kalau 10 hari ya 10 hari kalau tidak kami yang beri izin itu fiktif positifnya," tegasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

TNI Terima Penyerahan 75 Senjata Peninggalan Konflik Sosial Maluku

Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:17

MPSI Dorong Badan Khusus Tangani Pengungsi Internal Papua

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:50

KDMP: Dari Dukungan Negara Menuju Kemandirian Anggota

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:25

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Dugaan Keabsahan Ijazah

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:50

Berpengalaman di Bidang Reserse, Irjen Dadang Didapuk jadi Kapolda Metro

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:20

Ketika Karbon Menjadi Komoditas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:43

Miliki Segudang Pengalaman, Tugas Berat Kini Menanti Herimen sebagai Kabaharkam

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:28

Laporan Keuangan Danantara Ditargetkan Rampung Oktober

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:04

Kapolri Baru Harus Usut Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Mauk Sepatan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:33

Polisi Didesak Ungkap Kasus Pemecahan Kaca Mobil Jurnalis di Depok

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:13

Selengkapnya