Berita

Presiden Prabowo Subianto usai menghadiri rapim TNI-Polri 2025 yang berlangsung di Tribrata, Jalan Dharmawangsa III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 29 Januari 2025/RMOL

Politik

Prabowo Ngaku Sudah Bahas Kasus Penembakan WNI dengan Anwar Ibrahim

KAMIS, 30 JANUARI 2025 | 20:48 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden RI, Prabowo Subianto akhirnya buka suara terkait perkembangan kasus penembakan lima WNI di Malaysia baru-baru ini. 

Kepada awak media, Prabowo menjelaskan bahwa secara garis besar ia telah membicarakan kasus tersebut selama pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim awal pekan ini. 

"Itu secara garis besar kita bicarakan (kasus WNI di Malaysia),"  kata Prabowo usai menghadiri forum rapat pimpinan (rapim) TNI-Polri 2025 yang berlangsung di Jakarta Selatan, Kamis, 29 Januari 2025.


Prabowo mengatakan proses investigasi atas kasus penembakan diharapkan dapat segera dilakukan oleh otoritas hukum Malaysia.

"Ya itu sedang kita tentunya berharap ada investigasi ya kan," ujarnya. 

Sementara untuk penanganan para korban, kata Prabowo, pihaknya masih berusaha menempuh prosedur untuk mendapatkan izin pemulangan.

"Ya nanti ada yang ngurus itu," tambahnya.

Terakhir Prabowo menghimbau agar WNI menghindari praktik penyelundupan ilegal. Pasalnya itu akan memicu respon keras dari negara yang dituju. 

"Saya ingatkan bahwa jangan mau ikut-ikut dalam kegiatan ilegal. Kalau nyelundup ke negara asing resikonya negara asing akan bertindak," demikian kata Prabowo.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya