Berita

Sejumlah anggota Timgab saat menggerebek lokasi tambang ilegal di Desa Kumbo, Rembang/RMOLJateng

Presisi

Digerebek Polisi, Tambang Pasir Kuarsa di Rembang Mendadak Sepi!

KAMIS, 30 JANUARI 2025 | 04:21 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Aktivitas di lokasi tambang pasir kuarsa ilegal di Desa Kumbo, Kecamatan Sedan, Rembang, Jawa Tengah, mendadak sepi. Terutama saat  tim gabungan Resmob Polres Rembang dan Polsek Sedan menggerebek lokasi tambang pasir kuarsa ilegal itu pada Minggu 26 Januari 2025. Diduga penggerebekan ini sudah bocor.

Lokasi penambangan yang biasanya ramai dengan hiruk pikuk alat berat dan kendaraan bertonase itu, tiba-tiba sepi saat didatangi petugas. Tim gabungan hanya menemukan alat berat, namun berada agak jauh di luar lokasi penambangan. Itupun tanpa operator.

Ketua Tim (Katim) Resmob Polres Rembang, Aiptu Yudi Supriyanto, yang berada di TKP membenarkan penggerebekan tersebut.


“Tidak ada aktivitas mas. Kami hanya ketemu dengan beberapa warga yang menolak tambang. Kami hanya menemukan alat berat, namun berada agak jauh di luar areal tambang,” ungkap Yudi Supriyanto, dikutip RMOLJateng, Rabu, 29 Januari 2025.

Sementara itu, Kapolres Rembang AKBP Dhanang Bagus Anggoro saat dikonfirmasi RMOLJateng lewat WhatsApp (WA) pada Rabu petang juga tidak menyangkal kemungkinan penggerebekan bocor.

"Mungkin bocor, tapi di lokasi masih kita temukan alat berat," ujar Dhanang Bagus Anggoro. 

Di sisi lain, seorang warga Desa Kumbo, Asmui, mendukung aksi polisi tersebut. Menurutnya, warga sangat senang dengan sikap tegas polisi karena selama ini terganggu dengan aktivitas tambang.

“Soal kemungkinan informasi penggerebekan sudah bocor atau bagaimana, ya kami tidak tahu. Tapi yang jelas, sebelum polisi datang, truk-truk tambang dan alat berat sudah menyingkir lebih dulu,” terangnya.

“Ini menambah semangat kami untuk menolak. Tambang kan berada di lahan bawah, sedangkan di atasnya rumah-rumah penduduk. Kita ingin hidup tenang bersama anak cucu kami kelak, tanpa terusik oleh tambang,” tambah Asmui.

Ia pun memastikan setelah penggerebekan, masyarakat akan tetap mengawasi perkembangan tambang pasir kuarsa yang diduga ilegal tersebut. Kalau beroperasi lagi, warga akan bergerak.

“Kami mendengar pemilik tambang dari Jawa Timur. Mereka membeli lahan dari warga sekitar sini. Tapi kalau untuk ditambang, kami akan tolak sampai kapanpun. Mohon sekali lagi, pemerintah dan aparat jangan diam,” pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Tak Sekadar Acara Formal. Mubes BMK 1957 Hadirkan City Tour di Semarang

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:23

BPS Catat Inflasi 2,88 Persen pada Juli 2026, Ini Biang Keroknya

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:22

Fahira Idris Desak Pemprov DKI Perkuat Antisipasi Puncak Kemarau

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:09

Usulan RUU LGSP MUI Jadi Ujian Keseriusan DPR dan Pemerintah

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:06

Provokasi Bangkrut dari ‘De Volkskrant’

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:02

Dewas Soroti Ratusan Pemberitahuan Pro Justitia KPK Terlambat Disampaikan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:58

Ponpes Tambakberas Libatkan Santri Jadi Relawan Muktamar NU

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:49

Prabowo Akan Terima Kunjungan PM Thailand di Istana Merdeka Sore Ini

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:46

Indonesia Catat Deflasi 0,14 Persen di Juli 2026, Dipicu Harga Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:45

Tiga Masalah Utama Pemicu Turunnya Kepuasan terhadap Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:21

Selengkapnya