Berita

Salah satu tokoh Gerakan Nurani Bangsa yang juga mantan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, di Griya Gus Dur, Jl. Taman Amir Hamzah No.8 Pegangsaan, Jakarta Pusat pada Selasa, 28 Januari 2025/RMOL

Politik

Sesalkan Pemberian IUP ke Perguruan Tinggi, Lukman Saifuddin: Akan Muncul Ketidakadilan

RABU, 29 JANUARI 2025 | 01:19 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Pemberian izin usaha pertambangan (IUP) kepada perguruan tinggi dinilai tidak tepat. Bahkan berpotensi menimbulkan masalah baru.

Hal itu disampaikan mantan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, dalam "Pesan Kebangsaan" yang disampaikan Gerakan Nurani Bangsa di Griya Gus Dur, Jl. Taman Amir Hamzah No.8 Pegangsaan, Jakarta Pusat, Selasa, 28 Januari 2025.

"Terkait dengan tambang sebaiknya kembali ke konstitusi. Jangan dibagikan ke perguruan tinggi (PT) atau ke ormas-ormas karena muncul ketidakadilan, ada yang dapat ada yang tidak. PT dan ormas bukan bidangnya," kata Lukman.


Belum lagi soal apa indikator yang membuat sebuah perguruan tinggi layak atau tidak mendapat IUP, imbuh Lukman. 

Itu sebabnya, bila dikembalikan kepada yang ahlinya maka persoalan tambang akan mudah diatasi.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merekomendasikan perguruan tinggi untuk mendapat IUP, seperti yang diberikan kepada ormas keagamaan.

"Pemberian IUP yang dilakukan untuk ormas maupun nanti kepada perguruan tinggi adalah untuk IUP eksplorasi," kata Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Julian Ambassadur Shiddiq beberapa waktu lalu.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya