Berita

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai/RMOL

Politik

Prabowo Perintahkan Hemat Anggaran, Menteri Pigai: Laksanakan!

SELASA, 28 JANUARI 2025 | 19:23 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Instruksi pemangkasan anggaran kementerian sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto dipastikan tidak akan mengganggu program kerja Kementerian Hak Asasi Manusia (Kementerian HAM).

Menteri HAM, Natalius Pigai mengatakan, pihaknya sejak awal memastikan akan satu barisan dengan arahan Presiden Prabowo, termasuk soal efisiensi anggaran.

"Kami siap laksanakan perintah Presiden Prabowo. Presiden adalah kepala negara yang tahu bagaimana membawa bangsa ini lebih maju," kata Menteri Pigai kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa, 28 Januari 2025.


Menteri Pigai mengamini, awalnya tidak puas dengan alokasi anggaran sebesar Rp64 miliar untuk Kementerian HAM sehingga sempat meminta tambahan anggaran menjadi Rp20 triliun.

Namun seiring berjalannya pemerintahan, ia tetap akan menjalankan instruksi pemegang komando pemerintahan, yakni Presiden Prabowo.

“Kementerian HAM lancar-lancar saja untuk 2025. Kementerian HAM baru, tapi saya kerja siang dan malam sehingga semua tinggal take off laksanakan,” lanjut mantan Komisioner Komnas HAM ini.

Sejumlah program prioritas telah dirancang, seperti penyusunan regulasi induk HAM melalui revisi UU HAM dan UU Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR).

"Kebijakan rekonsiliasi dan perhatian pada kelompok rentan tetap jalan, termasuk kegiatan kami di PBB paling tidak 4 kali dalam 1 tahun juga jalan,” tutup Pigai.

Presiden Prabowo sebelumnya mengeluarkan Instruksi presiden (Inpres) 1/2025 tentang Efisiensi Belanja pada 22 Januari 2025. Dampak Inpres tersebut, beberapa pos anggaran kementerian dipangkas.

Tidak hanya pos kementerian, pemerintah daerah juga diminta memangkas anggaran perjalanan dinas sebesar 50 persen.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya