Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Selamatkan Ekonomi Rakyat Lewat Koperasi dan Kembali ke UUD 1945 Asli

SELASA, 28 JANUARI 2025 | 17:47 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Soko guru perekonomian Indonesia berdasar pasal 33 UUD 1945 adalah koperasi. Wadah ini diyakini mampu mensejahterakan rakyat lewat ekonomi kekeluargaan dan gotong royong.

Namun dalam implementasinya, gerakan koperasi di Indonesia masih terkotak-kotak dan tercerai berai dalam menjalankan amanat konstitusi tersebut.

Menurut Ketua Umum Koperasi Forum Silaturahmi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Negara Kesatuan Republik Indonesia (Fospem NKRI), Agustian Jamaludin, saat ini menjadi momentum yang tepat untuk menyatukan gerakan koperasi.


“Fospem NKRI adalah salah satu perjuangan untuk mempersatukan bangsa, menjaga kedaulatan bangsa dan negara, penguatan modal ekonomi rakyat dengan menyatukan dalam satu wadah secara gotong royong berupa simpanan pokok, wajib dan penyertaan adalah alat kekuatan modal rakyat. Ini sangat baik bila disatukan dari seluruh rakyat dalam satu wadah koperasi nasional,” kata Agus kepada RMOL, Selasa, 28 Januari 2025. 

“Namun bilamana masih tercerai berai dalam wadah koperasi sektoral, terkotak-kotak sampai kapanpun kesejahteraan seluruh rakyat yang bersumber dari SDA sebagai amanat konstitusi UUD 45 pasal 33 tidak akan tercapai,” tambahnya. 

Oleh karena itu, dia berharap adanya kesadaran rakyat untuk berjuang bersama koperasi mewujudkan kesejahteraan bersama.

“Masihkah berpikiran secara sektoral dimana kegiatan koperasi hanya terbatas pada UMKM. Masa depan bangsa, negara, anak cucu kita, bila dibiarkan sistem ekonomi seperti saat ini akan hancur lebur. Anak cucu kita akan menjadi jongos di negerinya sendiri,” tegas dia.

Dengan sistem ekonomi kapitalisme saat ini, lanjut Agus, pemerintah hanya mengandalkan investor untuk membangun ekonomi. Padahal, rakyat yang memiliki kedaulatan untuk menggerakkan ekonomi.

“Rakyat memiliki kedaulatan segalanya, ayo bergerak untuk berjuang mewujudkan satu wadah koperasi nasional Fospem NKRI ini. Walau saat ini perjuangan ini tidak bisa kita nikmati, tapi akan tercatat sebagai sejarah dalam perjuangan kesejahteraan bangsa dan negara,” ungkap dia.

Tak hanya itu, Agus juga menghendaki bangsa ini kembali kepada konstitusi aslinya agar tercapai cita-cita pendiri bangsa. Pasalnya, sejak UUD 1945 diamandemen empat kali, haluan negara berubah total. Sistem ekonominya pun bercorak menjadi kapitalisme-liberalisme.

“Perjuangkan konstitusi kita ke UUD 45 yang asli, agar kita berdaulat sebagai bangsa, negara yang merdeka untuk meraih segala kesejahteraan, kemakmuran dari SDA yang merupakan hak kita semua, rakyat, bukan milik perseorangan tertentu dan asing,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya