Berita

Presiden Prabowo Subianto saat menyapa rakyat/Ist

Politik

Prabowo Butuh Dukungan Rakyat Wujudkan Janji Kampanye

SELASA, 28 JANUARI 2025 | 09:53 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemberantasan korupsi dan peningkatan kesejahteraan rakyat menjadi janji utama pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka selama masa kampanye Pilpres 2024. 

Menurut Ketua Himpunan Masyarakat Nusantara (Hasrat), Sugiyanto, janji-janji besar tersebut menghadapi tantangan berat, terutama jika tidak didukung oleh masyarakat secara luas.

Partai Gerindra, sebagai pengusung utama Prabowo-Gibran, bersama seluruh kader, simpatisan, dan sayap partainya, memiliki tekad kuat untuk merealisasikan visi ini. 


"Namun, keberhasilan agenda-agenda tersebut sangat bergantung pada dukungan masyarakat," kata Sugiyanto lewat keterangan tertulisnya, Selasa 28 Januari 2025.

Salah satu tantangan utama bagi pemerintahan Prabowo-Gibran adalah komposisi kabinet yang masih melibatkan banyak pejabat dari era Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). 

Kondisi ini memunculkan keraguan publik terkait kemampuan kabinet Prabowo-Gibran untuk sepenuhnya lepas dari pengaruh masa lalu dan menjalankan agenda reformasi.

Dari segi politik, Partai Gerindra bukanlah partai mayoritas di parlemen. Dalam Pemilu 2024, Gerindra hanya menempati posisi ketiga setelah PDIP dan Golkar. 

Meskipun banyak kader Gerindra yang kini menduduki posisi strategis dalam kabinet, posisi partai di parlemen tetap menjadi tantangan dalam menggolkan kebijakan-kebijakan strategis.

Ketergantungan pada koalisi dan partai-partai lain membuat Gerindra harus berkompromi dengan berbagai kepentingan politik. 

Situasi ini bisa menjadi hambatan dalam melaksanakan kebijakan-kebijakan yang membutuhkan perubahan besar, terutama dalam pemberantasan korupsi.

"Dengan berbagai dinamika yang ada, tidak ada pilihan lain bagi Prabowo untuk mewujudkan janji-janji kampanyenya kecuali mendapatkan dukungan luas dari masyarakat," kata Sugiyanto.

Kasus-kasus yang mencuat di era Presiden Jokowi, seperti laporan dari Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) terkait dugaan keterlibatan Jokowi dalam isu korupsi, meski telah dibantah, menambah dinamika perdebatan publik. 

Isu-isu seperti ini membuat masyarakat semakin kritis terhadap langkah pemerintah dalam menegakkan keadilan.

Di sisi lain, laporan seperti dugaan praktik korupsi pada penerbitan sertifikat hak guna bangunan di wilayah laut juga menjadi ujian bagi pemerintahan Prabowo untuk membuktikan komitmennya dalam membersihkan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

"Ini adalah saat krusial bagi Presiden Prabowo Subianto untuk membangun kepercayaan publik dan memperlihatkan komitmennya dalam memimpin Indonesia menuju masa depan yang lebih bersih dan sejahtera," pungkas Sugiyanto.


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya