Berita

Prabowo Subianto dan Jokowi/Ist

Politik

Prabowo Bakal Diapresiasi jika Beri Restu APH Periksa dan Usut Dugaan KKN Jokowi

SENIN, 27 JANUARI 2025 | 21:10 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Prabowo Subianto akan diapresiasi publik jika membuka kran atau memberi restu bagi aparat penegak hukum (APH) untuk memeriksa dan mengusut dugaan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang terjadi di era pemerintahan Joko Widodo.

Hal itu disampaikan Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam merespon terkait kasus persoalan hukum yang semakin banyak terungkap soal kebobrokan Jokowi.

"Jokowi tidak segera diperiksa, maka saya khawatir juga akan menggerus kepercayaan publik tidak hanya kepada aparat penegak hukum, akan tetapi juga pada pemerintahan Prabowo yang pada 100 hari pertama dinilai berhasil dalam berbagai hal," kata Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin, 27 Januari 2025.


Menurut akademisi Universitas Sahid Jakarta ini, beban Prabowo sangat berat jika terus berposisi melindungi Jokowi.

"Namun hal yang patut diapresiasi jika ternyata Prabowo membuka kran bagi penegak hukum untuk memeriksa dan mengusut dugaan KKN yang terjadi pada era pemerintahan Jokowi, atau bisa jadi Prabowo juga merasa tersandera dengan berbagai macam pengadaan yang pernah diadakan pada saat ia menjabat sebagai Menhan," pungkas Saiful.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya