Berita

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid/RMOL

Politik

Kinerja Nusron Paling Menyala di 100 Hari Kabinet Prabowo

SENIN, 27 JANUARI 2025 | 15:21 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) menilai kinerja 100 hari Pemerintah Prabowo masih biasa-biasa saja dan belum ada pencapaian yang mengesankan. 

Pembina MITI, Mulyanto minta presiden agar lebih fokus ke dalam negeri, jangan terlalu sering keluar negeri. Hal itu supaya tidak terkesan ada "dua matahari" kembar di dalam negeri. 

"Saya menangkap Pak Jokowi belum move on, apalagi masih terus ditanggap oleh media, sehingga terkesan ada dua matahari kembar. Ini tidak sehat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Mulyanto dalam keterangannya, Senin, 27 Januari 2025. 


Mantan Anggota DPR Fraksi PKS ini menilai ketegasan Presiden memerintahkan Angkatan Laut secara langsung untuk membongkar pagar laut di Tangerang Banten, menuai banyak pujian. Sekaligus juga membuka aib menteri KKP yang dinilai mbalelo dalam menyikapi kasus ini.

"Masyarakat senang dengan ketegasan Presiden untuk membongkar pagar laut. Kini masyarakat tengah menunggu ketegasan Presiden untuk mengusut tuntas aspek pidana dari kasus pagar laut tersebut," tegasnya. 

Mulyanto melihat menteri yang menyala saat ini adalah Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. Pasalnya, cara dia menyikapi kasus-kasus yang menjadi perhatian publik sangat keren.  

Dimulai dari statemen atas status PSN PIK 2, yang menurutnya masih berupa hutan lindung dan rencana tata ruangnya yang bermasalah, Nusron juga mengabarkan rencananya untuk mengevaluasi PSN PIK 2.

Kemudian langkah mutakhir Nusron adalah secara lugas membenarkan adanya SHGB dan SHM di dekat pagar laut misterius, dan bahkan dengan berani membatalkan SHGB yang terbit tahun 2023 tersebut, dengan seremoni sederhana langsung di pantai desa Kohod, Tangerang.  

“Dan yang menarik semua gerakan Menteri Nusron tersebut dilakukan seperti lari sprint, dalam waktu yang singkat. Karenanya layak diacungkan dua jempol,” jelasnya.

"Menteri lainnya menurut saya tidak terlihat ada yang mencorong. Menteri Dikti Saintek malah didemo karyawannya, yang diduga berlaku kasar kepada bawahan. Dan kasus seperti ini rasanya baru pertama terjadi, apalagi di Kementerian Pendidikan Tinggi, tempatnya orang santun dan berilmu,” ungkap dia. 

Yang lebih miris, lanjut Mulyanto, menteri ini setuju kalau perguruan tinggi diberikan prioritas untuk mendapat Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk mengelola tambang.  

“Salah-salah bisa hancur perguruan tinggi, karena asyik ngurus tambang ketimbang menjalankan tugas pokoknya mendidik bangsa ini," tegasnya lagi. 

"Namun demikian, hujatan yang terasa keras masyarakat terutama datang dari netizen adalah kinerja Polri. Rasanya kinerja Polri ini yang paling rapuh, kenapa? Karena harapan masyarakat sangat tinggi terhadap tugas pengayoman Polri," sindirnya.

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Tips Aman Belanja Online Ramadan 2026 Bebas Penipuan

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:40

Pasukan Elit Kuba Mulai Tinggalkan Venezuela di Tengah Desakan AS

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:29

Safari Ramadan Nasdem Perkuat Silaturahmi dan Bangun Optimisme Bangsa

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:23

Tips Mudik Mobil Jarak Jauh: Strategi Perjalanan Aman dan Nyaman

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:16

Legislator Dorong Pembatasan Mudik Pakai Motor demi Tekan Kecelakaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:33

Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:26

Tata Kelola Konpres Harus Profesional agar Tak Timbulkan Tafsir Liar

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:11

Bukan Gibran, Parpol Berlomba Bidik Kursi Cawapres Prabowo di 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:32

Koperasi Induk Tembakau Madura Didorong Perkuat Posisi Tawar Petani

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:21

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kesepakatan RI-AS soal Pelonggaran Sertifikasi Halal

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:04

Selengkapnya