Berita

Pagar laut di Tangerang dicabut TNI AL/Foto Dispenal

Politik

Jokowi, KKP dan BPN Paling Bertanggung Jawab soal Pagar Laut

SENIN, 27 JANUARI 2025 | 13:26 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden ke-7 Joko Widodo, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) merupakan pihak yang paling bertanggung jawab terhadap persoalan pagar laut yang ada di perairan Indonesia.

Menurut Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto, pagar laut merupakan turunan dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Sudah pasti Joko Widodo yang paling bertanggung jawab. Mana ada pengusaha memberikan sesuatu tanpa ada kepentingan. Dan Jokowi dengan kekuasaannya saat itu memberikan ruang secara terbuka. Dan wajar jika Jokowi masuk finalis Presiden Terkorup versi OCCRP," kata Hari kepada RMOL, Senin 27 Januari 2025.


Hari melihat, saat ini ada upaya adu domba antara dua mantan Menteri ATR/BPN, yakni Hadi Tjahjanto dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Tentunya ada yang menikmati dan bertepuk tangan jika Hadi dan AHY saling lempar bola," tutur Hari.

Hari menduga, penikmat SHGB saat itu adalah Wakil Menteri ATR/BPN yang berasal dari kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni. Ia sekarang menjabat Menteri Kehutanan.

"Jadi setelah persoalan pagar laut dengan SHGB-nya, maka akan muncul lagi persoalan hutan dengan ide pembabatan 20 juta hektare lahan hutan," kata Hari.

Sedangkan KKP, kata Hari, sekadar cari selamat, karena Menteri Sakti Wahyu Trenggono mempunyai lapak mainan sendiri yang hanya 'lips service' dalam persoalan pagar laut. 

"Ada dugaan keterlibatan KKP mempermudah reklamasi dengan munculnya pagar laut. Dengan kata lain hulu dan hilir yang berperan dalam pagar laut adalah BPN dan KKP," pungkas Hari.



Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya