Berita

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Budi Wahju Soesilo/Ist

Bisnis

Teken Kontrak, Pupuk Kaltim Siap Hadirkan Pabrik Soda Ash Pertama di Indonesia

JUMAT, 24 JANUARI 2025 | 15:55 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Indonesia akan memiliki pabrik soda ash pertama. Pabrik ini hasil kerja sama PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) bersama konsorsium PT TCC Indonesia Branch - PT Enviromate Technology International.

Kerja sama tersebut berupa kontrak Engineering, Procurement, and Construction (EPC) yang telah ditandatangani kedua belah pihak di Kantor Perwakilan Jakarta Pupuk Kaltim, Rabu, 22 Januari 2025.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Budi Wahju Soesilo mengatakan, pembangunan pabrik soda ash tersebut sejalan dengan semangat Asta Cita pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.


"Pembangunan pabrik tidak hanya menciptakan nilai tambah amonia, tetapi juga berperan besar mengurangi ketergantungan impor, meningkatkan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing industri dalam negeri di pasar global," jelas Budi.

Sementara itu, Dirut Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menilai pabrik tersebut menjadi langkah awal menuju kemandirian industri nasional. Pabrik tersebut juga siap menjadi pelopor industri soda ash di Indonesia.

“Keberadaan pabrik soda ash ini sangatlah penting karena kebutuhan soda ash dan amonium klorida Indonesia masih bergantung pada impor dan volumenya terus meningkat tiap tahun," jelas Rahmad.

Adapun pabrik soda ash tersebut dibangun di lahan seluas 16 hektare di kawasan PT Kaltim Industrial Estate, Kota Bontang, Kalimantan Timur. Pabrik ditargetkan akan melakukan fase uji coba produksi pada kuartal III 2027 serta mulai berproduksi secara komersial pada akhir tahun 2027.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya