Berita

Wartawan senior Alwi Hamu wafat/Ist

Publika

Kepingan Kenangan Bersama Alwi Hamu

JUMAT, 24 JANUARI 2025 | 11:00 WIB | OLEH: ZAINAL BINTANG

SEPENINGGAL tokoh pers asal Sulawesi Selatan, almarhum Alwi Hamu, pada 18 Januari 2025, sejumlah pesan WA masuk ke HP saya. Meminta membuat tulisan kepingan kenangan bersama almarhum.

Sebagai sahabat sejak remaja (almarhum kelahiran 1944 dan saya kelahiran akhir 1946), hubungan kami sangat akrab. Kebetulan sama-sama aktivis di awal Orde Baru tahun 70-an yang berlanjut menjadi aktivis jurnalis alias wartawan sampai hari ini.

Kiprah almarhum di dalam lika-liku dunia pers yang memuncak menjadi “raja media” yang dikenal dengan bendera “Fajar Group”, sudah banyak ditulis dan tersebar di media sejak almarhum meninggal dunia.


Ayah almarhum Haji Muhammad (Hamu) dikenal sebagai juragan beras di Kota Parepare, yang berjarak kurang lebih 130 Km dari Makassar. Kurang lebih 1,5 jam dengan berkendara mobil. Tapi garis hidup almarhum berjalan ke arah lain: menjadi aktivis media yang produktif dan kreatif hingga akhir hidupnya.

Seingat saya, pada awal persentuhan almarhum yang intens dengan dunia media, ketika menjadi wartawan koran “Jawa Pos” besutan Dahlan Iskan pada tahun 70-an itu. Ketika beraktivitas sebagai wartawan dan Pemimpin Redaksi “Harian Kami” di Makassar, almarhum juga meladeni bakat dagangnya dengan membuka toko buku “Bhakti Baru”. Menggunakan fasilitas gedung peninggalan Belanda di Makassar yang terletak di pusat kota, Jalan Karebosi.

Peluang itu adalah buah persahabatannya dengan JK (Jusuf Kalla), yang kala itu dikenal sebagai pengusaha dan Ketua Umum Kadin Sulawesi Selatan. Dengan posisinya sebagai pimpinan organisasi pengusaha tertinggi itu di Sulawesi Selatan, JK mendapat kemudahan dari Pemda Provinsi yang waktu itu Gubernurnya adalah Brigjen (Pur TNI AD) Achmad Lamo.

Sementara itu, melalui kolaborasinya dengan Dahlan Iskan, almarhum mendapat kepercayaan untuk mengembangkan media “Jawa Pos” dengan membuka cabang atau perwakilan di seluruh Provinsi besar di Indonesia.

Meskipun sudah melejit menjadi “raja media”, namun kesehariannya yang sederhana, ramah dan mudah senyum tetap melekat. Almarhum suka sekali meneriakkan yel-yel khas Bugis Makassar.

Di kala kami remaja dan beraktivitas pada tahun 70-an itu, di Makassar ada seorang tokoh sastrawan dan wartawan senior yang juga menjadi inspirator wartawan dan seniman muda bernama Andi Baso Amier. Pendiri surat kabar mingguan “Ekspress Minggu”.

Pemimpin Redaksinya Harun Rasyid Djibe, seorang wartawan senior. Surat kabar mingguan tersebut menjadi media primadona bukan saja bagi wartawan muda kala itu. Juga masyarakat pada umumnya.

Dalam perkembangan selanjutnya, Andi Baso Amier diangkat menjadi pejabat eksekutif. Sebagai Bupati Kepala Daerah Kabupaten Bone. Berjarak kurang lebih 130 Km lebih dari Makassar. Daerah itu juga adalah tempat kelahiran almarhum Jenderal TNI AD (Purn) M Jusuf, mantan Menhankam Pangab RI.

Kembali ke kiprah almarhum Alwi Hamu, meskipun sudah berkelana ke seluruh Indonesia untuk membangun basis “kerajaan” Jawa Pos, ternyata tidak kehilangan ciri khasnya yang ramah, sederhana dan suka berteriak “Ewako” kalau ketemu teman dekat.

Frasa “Ewako” itu adalah kata pembakar semangat khas masyarakat Bugis Makassar. Untuk menyemangati “jagoannya” pada acara pertandingan atau adu “kekuatan”. Seperti sepak bola, adu ayam, pencak silat dan lain sebagainya.

Di tengah puncak kecemerlangan bisnisnya, Alwi Hamu terkena “musibah”. Pada awal 2019 tiba-tiba terserang stroke. Sejak itu, penyakit inilah yang memotong aktivitas dan keceriaan almarhum. Membuatnya harus duduk di kursi roda atau hanya berbaring di tempat tidur bertahun-tahun.

Saya sempat membesuk ke rumahnya sebanyak dua kali. Akan tetapi, kami tidak bisa berkomunikasi. Almarhum cuma bisa menatap kosong. Menerawang entah ke mana. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.

Selamat jalan Pak Alwi Hamu, sahabat kami yang baik hati. Semoga arwahnya mendapat tempat yang layak dan indah di sisi Allah SWT sesuai dengan amal ibadahnya.

Amin yarobbal ‘alamin.

Penulis adalah Wartawan Senior dan Pemerhati Masalah Sosial Budaya

Populer

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Mudik Gratis 2026 Pemprov Jabar, Berikut Rute dan Cara Daftarnya

Sabtu, 21 Februari 2026 | 14:13

DPR Komitmen Kawal Pelaksanaan MBG Selama Ramadan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:32

Harga Minyak Bertahan di Level Tertinggi Enam Bulan, Dibayangi Ketegangan AS-Iran

Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:21

DPR Soroti Impor Pickup Kopdes Merah Putih

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:58

Prabowo Temui 12 Raksasa Investasi Global: “Indonesia Tak Lagi Tidur”

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:49

DPR Tegaskan LPDP Harus Tegakkan Kontrak di Tengah Polemik “Cukup Saya WNI, Anak Jangan”

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:26

Pemerintah Inggris Siap Hapus Andrew dari Daftar Pewaris Takhta

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:14

Kemenag: Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:04

Korban Banjir Lebak Gedong Masih di Huntara, DPR Desak Aksi Nyata Pemerintah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25

Norwegia Masih Kuat di Posisi Puncak Olimpiade, Amerika Salip Tuan Rumah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya