Berita

Konsultan Hukum PIK 2, Muannas Alaidid/Ist

Nusantara

HGB PANI Jauh dari Pagar Laut Tangerang

KAMIS, 23 JANUARI 2025 | 21:56 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) membantah keras tudingan sebagai pemilik pagar bambu yang berada di perairan Tangerang sepanjang 30 kilometer.

Konsultan Hukum PIK 2, Muannas Alaidid juga menegaskan, PANI bukan pemilik mayoritas sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) di lokasi tersebut.

"HGB anak perusahaan PIK PANI dan PIK non PANI hanya ada dua di Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, di tempat lain dipastikan tidak ada dan posisinya juga jauh dari pagar," kata Muannas dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 23 Januari 2025.


Muanas mengurai, pagar bambu sepanjang 30 kilometer itu melewati enam kecamatan. Sementara HGB anak perusahaan PANI dan Non PANI, yakni PT IAM dan PT CIS hanya ada di Desa Kohod.

"Jadi bukan sepanjang 30 kilometer itu ada lahan SHGB milik kita (PANI)," jelas Muannas.

Selain itu, keberadaan pagar bambu di perairan Tangerang juga ternyata bukan hal baru. Berdasarkan pengakuan mantan Bupati Tangerang Zaki Iskandar, pagar tersebut sudah ada sebelum PIK 2.

"Saat baru dilantik, beliau melakukan kunjungan di tahun 2014 dengan menyewa tiga boat memantau kondisi pesisir Pantura Kabupaten Tangerang, sudah ada pagar-pagar laut itu sebelum PIK 2 ada, bahkan sebelum Pak Jokowi menjabat presiden," tutup Muannas.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya