Berita

Menteri Perdagangan Budi Santoso saat menghadiri peluncuran pameran furnitur dan kerajinan IFFINA Indonesia di Jakarta, Kamis 23 Januari 2025/Ist

Bisnis

Pasar Furnitur Global Tembus Ratusan Miliar Dolar, Indonesia Punya Peluang Besar

KAMIS, 23 JANUARI 2025 | 19:20 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Permintaan dunia untuk produk furnitur dan kerajinan terus menunjukkan prospek yang menjanjikan dengan pertumbuhan positif sebesar 15,09 persen. Peluang industri furnitur nasional menembus pasar global pun terbuka lebar.

Transaksi pasar global furnitur pada 2024 mencapai 770,42 miliar Dolar AS (Rp12.517 triliun), dan diperkirakan meningkat menjadi 925,46 miliar Dolar AS pada 2029.

Karena itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai tren positif ini merupakan peluang besar bagi industri furnitur dan kerajinan Indonesia untuk memperluas pangsa pasar global.


“Situasi ini merupakan peluang pasar yang besar bagi industri furnitur dan kerajinan Indonesia,” kata Mendag Budi Santoso, saat menghadiri peluncuran pameran furnitur dan kerajinan IFFINA Indonesia di Jakarta, Kamis 23 Januari 2025.

IFFINA 2025 sendiri akan digelar pada 17–20 September 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Pameran ini mengusung tema “Sustainable Design, Ethical Sourcing”, yang menekankan pada produk berkelanjutan.

Mendag berharap, pameran tersebut mampu menarik perhatian pembeli internasional dan mendorong peningkatan ekspor produk furnitur dan kerajinan Indonesia.

“IFFINA 2025 diharapkan dapat menghadirkan pelaku usaha furnitur dan kerajinan Indonesia yang memiliki produk berkelanjutan sesuai dengan permintaan dan tren pasar global,” ujarnya.

Data Kementerian Perdagangan menunjukkan, ekspor furnitur dan kerajinan Indonesia tumbuh positif sebesar 2,62 persen dalam lima tahun terakhir (2019–2023). Selama Januari–November 2024, nilai ekspor mencapai 2,22 miliar Dolar AS.

Negara tujuan utama ekspor furnitur dan kerajinan Indonesia meliputi Amerika Serikat dengan pangsa pasar 53,20 persen, Jepang (6,04 persen), Belanda (4,48 persen), Jerman (3,73 persen), dan Belgia (2,87 persen).

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya