Berita

Presiden AS Donald Trump/Net

Dunia

Trump Ancam Tarif Baru Lagi, Bidik Uni Eropa dan China

RABU, 22 JANUARI 2025 | 18:09 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ancaman baru terkait kebijakan tarif, yang ditujukan kepada Uni Eropa, Tiongkok, Kanada, dan Meksiko. 

Dalam pernyataan yang disampaikan Selasa 21 Januari 2025, sehari setelah resmi menjabat, Trump mengusulkan bea masuk 10 persen atas impor dari Tiongkok. Kebijakan ini terkait dengan tudingan fentanyl dikirim dari Tiongkok ke negara Paman Sam melalui Meksiko dan Kanada.

Seperti dikutip Reuters, selain Tiongkok, Trump juga mengancam Uni Eropa karena surplus perdagangan yang dianggap tidak adil terhadap AS. 


“Uni Eropa sangat, sangat buruk bagi kita. Jadi mereka akan (dikenakan) tarif. Itulah satu-satunya cara Anda akan mendapatkan keadilan," tegas Trump.

Presiden AS ke-47 itu mengancam penerapan tarif sebesar 25 persen untuk Kanada dan Meksiko jika kedua negara tidak mengambil tindakan tegas menghentikan perdagangan ilegal fentanil dan imigran melintasi perbatasan.

Trump menandatangani nota perdagangan yang menginstruksikan lembaga federal untuk meninjau praktik perdagangan global, termasuk defisit perdagangan, manipulasi mata uang, dan tarif impor. 

Hasil tinjauan tersebut, yang dijadwalkan selesai pada 1 April, dapat mengarah pada penerapan tarif tambahan dan revisi kebijakan bebas bea untuk pengiriman bernilai rendah.

Langkah Trump mendapat dukungan dari penasihat perdagangannya, Peter Navarro, yang menyebut kebijakan ini sebagai upaya menekan mitra dagang untuk menghentikan penyelundupan fentanil. 

“Setiap hari, 300 orang Amerika meninggal karena overdosis fentanil,” ujar Navarro.

Namun, ancaman Trump menimbulkan kekhawatiran di pasar keuangan. Meskipun indeks saham S&P 500 naik ke level tertinggi dalam sebulan karena pendekatan tarif yang lebih terukur, investor tetap waspada terhadap potensi eskalasi perang dagang yang dapat mengguncang ekonomi global.

Pemerintah Tiongkok sendiri menyatakan komitmennya untuk menjaga hubungan stabil dengan AS. 

“Kami percaya tidak ada pemenang dalam perang dagang atau tarif,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, seraya menegaskan bahwa Tiongkok akan melindungi kepentingan nasionalnya.

Sementara itu, Kanada dan Meksiko merespons dengan nada mendamaikan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan bahwa ia akan menekankan kedaulatan dan kemerdekaan Meksiko dan akan menanggapi tindakan AS "selangkah demi selangkah".Ia juga mengatakan bahwa perjanjian perdagangan bebas AS-Meksiko-Kanada (USMCA) tidak akan dinegosiasi ulang hingga 2026.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya