Berita

Tentara Israel/Net

Dunia

Israel Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Tepi Barat

RABU, 22 JANUARI 2025 | 12:06 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Di tengah pelaksanaan gencatan senjata Gaza, pasukan militer Israel (IDF) melancarkan serangan besar-besaran ke kota Jenin di Tepi Barat Palestina pada Selasa, 21 Januari 2025.

IDF mengatakan serangan dilakukan oleh gabungan tentara, polisi, dan badan intelijen sebagai bagian dari operasi kontraterorisme melawan kelompok pemberontak Jenin yang didukung Iran. 

Serangan itu diluncurkan sehari setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan bahwa ia akan mencabut sanksi terhadap pemukim ultranasionalis Israel yang menyerang desa-desa Palestina.


Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyebutnya sebagai operasi militer berskala besar dan signifikan yang melibatkan pengerahan helikopter.

"Kami bertindak secara sistematis dan tegas terhadap poros Iran di mana pun ia memperluas kekuasaannya di Gaza, Lebanon, Suriah, Yaman, serta Yudea dan Samaria," kata Netanyahu, seperti dimuat Reuters.

Yudea dan Samaria adalah istilah yang digunakan Israel untuk Tepi Barat yang diduduki.

Saat operasi dimulai, pasukan keamanan Palestina mundur dari kamp pengungsi, dan suara tembakan keras dapat terdengar dalam rekaman telepon seluler yang dibagikan di media sosial.

Layanan kesehatan Palestina mengatakan sedikitnya sembilan warga Palestina tewas dan 35 lainnya terluka dalam serangan Israel, yang berlanjut hingga larut malam. 

Seminggu sebelumnya, serangan udara Israel di kamp pengungsi Jenin menewaskan sedikitnya tiga warga Palestina dan melukai banyak lainnya.

Sejak perang Gaza dimulai pada Oktober 2023, ratusan warga Palestina tewas di Tepi Barat dan ribuan lainnya ditahan lsrael.

Menteri Keuangan garis keras pro-pemukim Bezalel Smotrich, yang bertanggung jawab atas sebagian besar kebijakan Israel di Tepi Barat, mengatakan operasi itu adalah awal dari perlawanan kuat dan berkelanjutan terhadap kelompok militan yang menggangu keamanan pemukim Israel.

Smotrich menyambut baik keputusan Trump untuk mencabut sanksi terhadap pemukim yang dituduh melakukan kekerasan terhadap warga Palestina. 

Ia berharap dapat bekerja sama dengan pemerintahan baru AS dalam memperluas permukiman, yang oleh sebagian besar negara dianggap melanggar hukum internasional.

Pada hari-hari menjelang operasi militer Israel di Jenin, warga Palestina di Tepi Barat mengatakan bahwa sejumlah blokade jalan telah didirikan di seluruh wilayah tersebut, tempat kekerasan kembali terjadi sejak dimulainya perang di Gaza.

Pada Senin malam, 20 Januari 2025, sekelompok pemukim Israel menyerang warga Palestina, menghancurkan mobil dan membakar properti, di sekitar desa al-Funduq, dekat Qalqilya, sebuah wilayah tempat tiga warga Israel tewas dalam penembakan awal bulan ini.

"Ada sebuah bengkel tukang kayu di sini tempat saya bekerja selama delapan tahun terakhir. Mereka membakarnya, dan juga gedung serta mobil tetangga kami di sana. Tidak seorang pun dapat melakukan apa pun," kata Abdulmalek Farajallah, seraya menyebut lebih dari 200 pemukim telah mengambil bagian dalam serangan tersebut.

Militer mengatakan telah membuka penyelidikan atas insiden tersebut, yang menurut mereka melibatkan puluhan warga sipil Israel, beberapa mengenakan topeng.

Otoritas Palestina mengutuk serangan pemukim di al-Funduq, serta kemunculan tiba-tiba sejumlah penghalang dan blokade jalan baru, yang katanya ditujukan untuk memecah belah Tepi Barat.

"Kami menyerukan kepada pemerintahan Amerika yang baru untuk campur tangan guna menghentikan kejahatan dan kebijakan Israel yang tidak akan membawa perdamaian dan keamanan bagi siapa pun," kata kantor Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam sebuah pernyataan.

Sekitar 700.000 pemukim Israel tinggal di antara 2,7 juta warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, tanah yang direbut Israel pada tahun 1967.

Sebagian besar menganggap pemukiman Israel di wilayah yang direbut dalam perang ilegal. Israel membantah hal ini, dengan mengutip hubungan historis dan alkitabiah dengan tanah tersebut.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya