Berita

Kolase Prabowo Subianto dan Donald Trump/Repro

Publika

Prabowo, Donald Trump dan Masa Depan Dunia

SELASA, 21 JANUARI 2025 | 17:46 WIB | OLEH: DR. SYAHGANDA NAINGGOLAN*

MENJELANG jam 12 malam kemarin istriku minta teleponan kami berhenti, karena bapaknya, 84 tahun, minta istri dan anak-anakku menemani dia nonton TV pidato Donald Trump, Presiden Amerika ke-55 (dan 45).

Mertua dan anak cucunya ada di rumahnya di pinggiran pantai Noord Zee Belanda. Aku tidak sempat menonton pidato live Trump. Karena sudah ngantuk, jam malam tidur di Indonesia.

Di belahan barat dunia, kelihatannya pidato Trump ditunggu semua manusia. Karena pasti Trump akan membawa perubahan besar di dunia ke depan. Bahkan, dalam pidatonya Trump mengatakan akan sangat cepat perubahan itu terjadi.


Pagi tadi saya berkesempatan menonton pidato Trump dan membaca draf pidatonya. Pidato ini sangat penting untuk dikaji pemimpin Indonesia agar kebangkitan Indonesia di tangan Presiden Prabowo Subianto berjalan dalam arah yang terhormat, searah dan sebisanya tidak benturan dengan kebijakan Trump.

Ada 8 hal penting yang perlu kita cermati dari Trump yang mungkin searah dengan Prabowo dalam garis kepemimpinan mereka dan ada yang perlu kita cermati dalam dataran global.

1. Inward-looking oriented. Trump menegaskan di alenia pertama pidatonya: "I will, very simply, put America first".

Pernyataan ini mengandung konsekuensi fokus Trump adalah kesuksesan negaranya sendiri. Meskipun Trump berpikir pada perdamaian dunia, seperti diucapkan dalam bagian pidato lainnya, mayoritas pidatonya tentang kehebatan Amerika, orang Amerika dan Bangsa Amerika.

Ada hal baik dari satu sisi, yakni akan terjadi deglobalisasi dan multilaterisme poros dunia, yang membuat Indonesia punya ruang yang cukup mengurus dirinya sendiri, tanpa benturan negatif dengan negara lainnya, khususnya negara maju.

Sisi negatifnya adalah ketika kekuatan uang dan teknologi tidak dibagikan kepada negara-negara berkembang, maka industrialisasi dan pembangunan di Indonesia menjadi terhambat.

2. Dalam pidatonya, Trump menegaskan Tuhan tidak dilupakan. Dia juga   mengenang perjuangan Martin Luther King. Lalu Bangsa Amerika di bawah Tuhan. Pernyataan ini mengandung makna adanya acuan peradaban pada paradigma berketuhanan. Masyarakat barat selama ini kurang percaya kehadiran Tuhan dalam kehidupan mereka.

Indonesia sebagai negara bertuhan, mempunyai kesempatan untuk melakukan dialog peradaban berbasis ketuhanan, bukan Atropocena, dengan dunia barat. Trump sendiri mengatakan dalam pidatonya menghormati perbedaan rasial dan agama.

3. Tentang revolution of common sense. Dalam pidatonya Trump menyinggung revolusi common sense. Maksudnya memang terarah pada kepentingan bangsanya. Namun, istilah common sense juga menunjukkan akal manusia penting dalam kemajuan.

Indonesia sendiri mempunyai pemimpin yang saat ini percaya pada sains dan teknologi. Hal itu dipertegas presiden pada kesempatan pidato di Kadin seminggu lalu.

4. Trump akan "sending troops to southern border" dan mencap gangster kriminal sebagai teroris. Bagian ini menegaskan "White Supremacy". Sejak lama Trump menginginkan Bangsa Amerika memiliki Amerika.

Pikiran seperti ini juga ada pada Presiden Prabowo. Prabowo ingin kaum pribumi kita menguasai tanah-tanah, laut dan pantai. Serta membagi keadilan secara merata.

Trump dan Prabowo sepertinya rasis. Tapi, jika kita percaya bahwa ada fase tertentu bahwa definisi pemihakan atau "affirmative policy" merupakan jalan keluar dari krisis kebangsaan, maka itu harus dianggap sebagai kekecualian yang diperlukan.

Penggunaan tentara juga merupakan salah satu cara Prabowo Subianto memastikan dia dituruti. Prabowo menurunkan tentara untuk mengatur aset yang dicuri, seperti di laut Utara Tangerang maupun nantinya di perkebunan sawit. Sikap seperti ini menunjukkan mereka percaya bahwa penegakan kedaulatan sudah bersifat "perang".

Prabowo juga menunjukkan negara harus dikelola orang-orang pintar. Itu dia tunjukkan dalam pidatonya di Golkar ketika menyinggung sekolah Bahlil yang merupakan suatu kekecualian.

Dengan keinginan pada orang-orang pintar, berarti Prabowo tidak ingin gangster kriminal berkuasa. Fenomena Sambo, Teddy Minahasa dan lain-lain yang merupakan jaringan kejahatan berkuasa melalui alat negara terjadi di era Jokowi. Mungkin di era ini akan tersingkir.

5. Mengalahkan inflasi dan biaya hidup tinggi. Trump berjanji segera menaikkan kesejahteraan rakyatnya, inflasi ditekan dan biaya hidup dimurahkan.

Orientasi kesejahteraan rakyat ini juga dilakukan Prabowo dengan sungguh-sungguh. Kenaikan upah buruh, penganuliran PPN 12 persen, penghapusan judi online, peningkatan kesejahteraan guru, dan lain-lain dilakukan Prabowo di era lalu di Indonesia yang kaya terus menikmati keuntungan.

6. Merebut Panama Canal dari kekuasaan China. Trump akan mengambil Panama Canal (Terusan Panama) dari "kekuasaan" China. Dengan alasan historis di mana pembiayaan projek itu oleh Amerika, Trump tidak setuju negara Panama menyerahkan Kanal itu ke China.

Trump akan mencaploknya. Trump sendiri di luar pidatonya sudah mengatakan akan mengambil alih Green Land dari Denmark.

Prabowo sendiri mendefinisikan kedaulatan Indonesia di sekitar LCS dalam pendekatan realisme politik. Artinya, wilayah yang terdampak pengakuan China dimiliki bangsa kita. Sehingga Prabowo percaya diri mengatur kerjasama dengan RRC di daerah LCS tersebut.

Trump dan Prabowo sama-sama menghitung ulang wilayah kekuasaan mereka ketika mulai berkuasa. Tentu saja pilihan ini merupakan konsekuensi deglobalisasi tadi.

7. Mau menguasai planet Mars dan lainnya. Trump ingin mempercepat invasi manusia ke Mars dan bintang-bintang lainnya. Ini memang besar peluangnya ketika Elon Musk masuk dalam kabinetnya.

Di sini memang Indonesia belum bisa meniru. Hanya, Prabowo Subianto memastikan industrialisasi akan dipacu kedepan sebagai syarat kemajuan bangsa. Sekali lagi dia percaya Sains dan Teknologi untuk kemajuan.

8. Stop war, spirit of unity. Dalam akhir pidatonya Trump menekankan kekuatan Amerika akan menghentikan semua perang di dunia. Dan membangun dunia yang bersatu.

Ini menunjukkan ambisi Trump bahwa setelah negara dan bangsanya kembali nomor satu terbaik dan terhebat di dunia, dia akan menjaga dunia. Sebuah catatan moral untuk kebaikan.

Tentu saja Prabowo dalam skala tertentu berusaha memainkan peran perdamaian dunia. Terutama keinginan Prabowo menggalang perdamaian di Timur Tengah, khususnya perang Palestina dan Israel.

Catatan Akhir

Keinginan Trump Make America Great Again dan keinginan Prabowo membangun Indonesia Raya Jaya kembali merupakan agenda besar dunia yang sedang terjadi saat ini. Prabowo sudah bertelepon beberapa waktu lalu dengan Trump untuk berjumpa dan berdiskusi.

Tentu saja Prabowo mempunyai peluang masuk dalam daftar pemimpin dunia yang bakal ikut mengatur tatanan dunia baru, bersama Trump, Putin, Xi Jinping, Erdogan, dan lainnya. Setidaknya, di Asia Timur, dengan kekuatan dagang sebesar 3 triliun Dolar AS lebih, di mana seluruh dunia ingin terlibat, Prabowo Subianto akan menjadi faktor penting dan utama. Prabowo juga dapat menjadi jembatan Brics dan G20, misalnya.

Di sini Prabowo bisa melihat Trump dan Xi Jinping serta pemimpin dunia lainnya dalam sebuah peluang cooperation bukan competition. Tentu setelah masing-masing menyelesaikan urusan dalam negerinya.

Mari kita sambut kehadiran Trump di dunia politik global. Semoga kerja sama Trump dan Prabowo nantinya tetap baik dan berguna bagi dunia dan kejayaan Indonesia.

Penulis adalah Direktur Sabang Merauke Circle

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya