Berita

Bank Sentral Korea Selatan (BOK)/Reuters

Bisnis

Bank Sentral Korsel Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2025, Imbas Gejolak Politik?

SENIN, 20 JANUARI 2025 | 19:01 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Sentral Korea Selatan (BOK) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2025 menyusul adanya ketidakstabilan politik yang dipicu deklarasi darurat militer dan tragedi kecelakaan pesawat Jeju Air.

Seperti dikutip Channel News Asia, Senin 20 Januari 2025, BOK merevisi proyeksi pertumbuhan kuartal terakhir 2024 dari 2,2 persen menjadi kisaran 2,0 hingga 2,1 persen. Penurunan ini juga berdampak pada estimasi pertumbuhan 2025.

"Awalnya kami telah memproyeksikan pertumbuhan 1,9 persen untuk 2025 tetapi perkiraan tersebut telah direvisi ke bawah menjadi 1,6 hingga 1,7 persen," kata BOK.


Deklarasi darurat militer oleh Presiden nonaktif Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, pada awal Desember lalu disebut telah menciptakan gejolak politik yang menekan sentimen ekonomi nasional. Tak lama setelah itu, kecelakaan pesawat Jeju Air pada akhir Desember semakin memperburuk situasi.

Pesawat Boeing 737-800 milik Jeju Air jatuh di bandara Muan pada 29 Desember, menewaskan 179 orang. Tragedi ini tercatat sebagai insiden penerbangan terburuk dalam sejarah Korea Selatan.

"Deklarasi darurat militer yang tak terduga pada awal Desember, ditambah dengan kekacauan politik yang sedang berlangsung dan bencana pesawat penumpang Jeju Air, secara signifikan mengurangi sentimen ekonomi,"demikian pernyataan BOK.

Bank sentral juga memperkirakan dampak dari dua insiden besar tersebut akan menekan pertumbuhan ekonomi hingga 0,2 poin persentase pada tahun ini, dan panurunan terdalam pada kuartal IV 2024.

"Gejolak politik dan kecelakaan itu menyebabkan kontraksi pada konsumsi domestik dan investasi konstruksi, yang kemungkinan besar menyebabkan tingkat pertumbuhan kuartal keempat jatuh jauh di bawah proyeksi November," kata BOK.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya