Berita

Pembongkaran pagar bambu di Laut Tangerang, Banten/tangkapan layar

Publika

Catatan Pembebasan Laut Banten: Prabowo Subianto dan Tentara Rakyat

SABTU, 18 JANUARI 2025 | 14:37 WIB | OLEH: DR. SYAHGANDA NAINGGOLAN*

BRIGADIR Jenderal Harry Indarto, TNI AL, bergerak cepat ke pantai utara Banten bersama 600 marinir, pasukan katak, pasukan penyelam bawah laut serta melibatkan rakyat Banten membongkar pagar laut ilegal di sana, yang berbulan-bulan megah, tanpa ada seorang pun berani merobohkannya.

Dalam keterangannya di media, Harry mengatakan bahwa gerakan dia membongkar pagar laut adalah respons cepat mematuhi perintah Presiden Prabowo Subianto melalui Kepala Staf TNI AL. Selain itu ia menegaskan bahwa TNI bersama rakyat, sepenuhnya untuk rakyat.

Rakyat Banten yang selama ini menderita dalam tekanan penjahat oligarki dan ulama penghisap darah rakyat serta aparat negara yang tunduk pada cukong hari ini telah terbebaskan. Di tangan Prabowo Subianto pembebasan tanah rakyat Banten di mulai.


Hari ini dimulai pencabutan pagar laut secara bertahap. Ke depan pastinya Prabowo akan mengevaluasi PSN dan seluruh kebijakan kandidat presiden juara koruptor versi OCCRP di masa lalu.

Pembebasan tanah-tanah di Banten dan nantinya pantai utara Jawa diharapkan mempunyai pola yang sama. Ini adalah tanda kemenangan Bangsa Indonesia setelah ratusan tahun lalu Sultan Agung gagal menyerang Kompeni di Batavia.

Tentu saja banyak pihak yang selama ini sangsi terhadap Prabowo Subianto, apakah dia mampu mengoreksi kebijakan masa lalu, di mana dia ada di dalamnya?

Namun, pembaca sejarah harusnya tahu bahwa perubahan besar banyak terjadi karena revolusi, tapi banyak juga karena evolusi dipercepat, yakni dari dalam.

Tuan Gorbachev di Uni Soviet/Rusia di era lalu menghancurkan Komunisme dari dalam, bahkan ketika dia menjadi presiden. Tuan Deng Xiaoping menghancurkan Komunisme Ortodoks di China juga ketika dia berkuasa.

Tuan Napoleon Bonaparte merubah negara sebebas-bebasnya menjadi negara konstitusional dan terbimbing, ketika dia berkuasa. Padahal dia ikut dalam Revolusi Prancis itu. Banyak contoh lainnya.

Said Didu, pejuang utama pembebasan Rakyat Banten bersama LBH Muhammadiyah, KSPSI Jumhur, AGRA dan Haji Embay Mulya Syarif, Ketua Umum Mathla'ul Anwar, dan lain-lain, tentu menunggu terus tanpa lelah gerakan tentara hari ini.

Memang mereka bersama teman-teman lainnya berbulan-bulan menyuarakan protes atas keangkuhan oligarki yang ingin mengkavling laut dan tanah-tanah Banten seluas 100.000 hektare. Mereka hampir frustasi, karena kekuatan oligarki itu diprediksi selama ini mengontrol negara, termasuk kekuatan aparatur.

Lalu Kenapa Prabowo Subianto Menggerakkan Tentara?

Menggerakkan tentara dalam teori bernegara adalah sebuah langkah ketika melihat suatu ancaman bersifat besar dan mengguncang pertahanan, bukan lagi keamanan. Sudah beberapa kali elemen negara, seperti kementerian berusaha menggusur pagar laut tersebut.

Yang berhasil cuma penyegelan. Artinya penguasa pagar itu begitu kuat dan sakti. Bahkan banyak ulama-ulama mulai bersuara membela pemilik pagar itu. Ulama-ulama seperti ini dulu dimasukkan sebagai salah satu Setan Desa. Jadi ketika elemen sipil gagal, hari ini Prabowo Subianto menggerakkan tentaranya.

Orang-orang seperti Said Didu mungkin takut Prabowo Subianto sudah terlalu tua sehingga mungkin lambat bergerak. Sesungguhnya perjuangan Said Didu lama relatif karena berbulan-bulan gerakannya ada di era kekuasaan lalu, koruptor berkuasa.

Sebaliknya, Prabowo belum 100 hari atau bahkan belum 3 bulan berkuasa sudah memberikan kepastian adanya negara hadir di hati rakyat.

Prabowo meski menua bukanlah lamban. Prabowo seperti juga Jenderal Soedirman, meskipun ditandu, tetap bergerak dinamis. Keberhasilan paling hebat dari Prabowo hari ini adalah pernyataan Brigjen Harry Indarto bahwa TNI bersama rakyat.

Ini adalah pernyataan Jenderal Soedirman di era perjuangan melawan Kolonial Belanda yang menyerang Indonesia setelah merdeka. Hari ini adalah hari Tentara Bersama Rakyat menggema kembali di tanah air kita.

Penutup

Pagar laut sebagai simbol keangkuhan oligarki busuk selama ini mulai dihancurkan. Kita tidak perlu khawatir dengan delivery janji janji Prabowo untuk rakyat. Bahkan ketika semua orang frustasi karena oligarki begitu kuatnya menguasai negara, Prabowo mengatakan itu hal-hal kecil saja.

Dalam pidatonya di acara Sabang Merauke Circle, seminggu lalu, Profesor Sufmi Dasco Ahmad, sebagai tangan kanan Prabowo, menyitir bahwa urusan evaluasi PSN, urusan mengambil alih 3,3 juta hektare lahan sawit ilegal, urusan menertibkan jajaran aparat yang korup adalah hal hal kecil bagi Prabowo.

Kalau mengalahkan kekuasaan oligarki rakus adalah kecil buat Prabowo, maka kita harus yakin kemakmuran rakyat itu akan segera terwujud. Mulai hari ini Prabowo bersama tentara rakyat menunjukkan taring. Kita harus berdoa untuk Prabowo dan tentara agar mereka kuat selalu.

Semoga setelah pembebasan Rakyat Indonesia dari cengkraman oligarki, Prabowo dapat memimpin pembebasan Palestina. Insyaallah.

Penulis adalah Direktur Eksekutif Sabang Merauke Circle

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya