Berita

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana di Istana Merdeka, Jakarta pada Jumat sore, 17 Januari 2024/Ist

Politik

Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis Dilaporkan ke Prabowo

JUMAT, 17 JANUARI 2025 | 15:32 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kasus keracunan makanan pada program makan bergizi gratis (MBG) di SDN Dukuh 3, Sukoharjo, Jawa Tengah akan dilaporkan langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana kepada Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta pada Jumat sore, 17 Januari 2024. 

Setibanya di Istana Dadan mengonfirmasi bahwa agenda rapat terbatas antara Prabowo dan sejumlah menteri akan membahas perkembangan MBG.

"Ya kami dipanggil untuk membicarakan masalah program Makan Bergizi Gratis," kata dia kepada awak media.


Ketika ditanya apakah kasus keracunan makanan di Sukoharjo juga menjadi salah satu bahasan dalam rapat, Dadan mengatakan itu akan ikut dilaporkan pada presiden. 

"Akan kami laporkan," ujarnya.

Sedikitnya 40 anak SDN Dukuh 3, Sukoharjo, Jawa Tengah dilaporkan mengalami mual dan muntah setelah mengkonsumsi makanan yang disediakan program makan bergizi gratis (MBG).

Kepala Komunikasi Presiden  (Presidential Communication Office/PCO), Hasan Nasbi pada Kamis malam, 17 Januari 2025 mengonfirmasi laporan keracunan pada anak setelah memakan ayam marinasi, salah satu menu MBG hari itu.

"Ada kejadian di salah satu sekolah yang dilayani oleh Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di Sukoharjo. 40 anak yang memakan ayam yang dimarinasi mengalami mual dan muntah-muntah," ungkap Hasan dalam pernyataan tertulis.

Dikatakan bahwa anak-anak tersebut telah mendapat perawatan dan saat ini dalam kondisi baik.

"Anak-anak ini sudah ditangani dan diobati di puskesmas terdekat dan keadaannya sudah kembali membaik," kata dia.

Hasan menjelaskan setelah laporan keracunan diterima, makanan langsung ditarik oleh SPPG dan kemudian diganti dengan menu lain.

Sesuai dengan SOP yang diterapkan BGN, kata Hasan, sampel makanan tersebut langsung disimpan selama 2x24 jam agar penyebab keracunan bisa segera dilacak.

"Saat ini sampel makanan yang disiapkan di SPPG tersebut sedang diperiksa oleh Dinas Kesehatan," tambahnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya