Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kemungkinan Jepang Dilanda Megaquake Naik 82 Persen

JUMAT, 17 JANUARI 2025 | 11:38 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Diskusi panel yang digelar pemerintah Jepang menaikkan prediksi kemungkinan gempa besar atau megaquake yang akan melanda negara itu dalam 30 tahun ke depan.

Komite Penelitian Gempa Bumi mengatakan telah meningkatkan perkiraan kemungkinannya menjadi antara 75 dan 82 persen dari sebelumnya antara 74 dan 81 persen.

Megaquake menyangkut apa yang dikenal sebagai gempa megathrust subduksi di sepanjang Palung Nankai, jurang bawah laut sepanjang 800 kilometer yang membentang sejajar dengan pantai Pasifik Jepang.


"Guncangan seperti itu berpotensi memiliki kekuatan dahsyat 8-9 skala Richter, memicu tsunami besar, menewaskan beberapa ratus ribu orang, dan menyebabkan kerugian miliaran dolar," kata para ahli, seperti dimuat AFP pada Jumat, 17 Januari 2025.

Palung Nankai adalah tempat lempeng tektonik samudra Laut Filipina "menunjam" atau perlahan-lahan bergeser di bawah lempeng benua tempat Jepang berada.

Lempeng-lempeng tersebut menjadi macet saat bergerak, menyimpan sejumlah besar energi yang dilepaskan saat terlepas, yang berpotensi menyebabkan gempa bumi besar.

Menurut peneliti, selama 1.400 tahun terakhir, megaquake di Palung Nankai terjadi setiap 100 hingga 200 tahun.

Pada tahun 1707, semua segmen Palung Nankai pecah sekaligus, melepaskan gempa bumi yang tetap menjadi gempa bumi terkuat kedua di negara itu yang pernah tercatat.

Gempa yang juga memicu letusan terakhir Gunung Fuji diikuti oleh dua gempa besar Nankai pada tahun 1854, dan kemudian dua gempa lagi pada tahun 1944 dan 1946.

"Sudah 79 tahun sejak gempa terakhir, dan kemungkinan terjadinya gempa lagi meningkat setiap tahun dengan kecepatan sekitar satu persen," kata seorang pejabat Sekretariat Komite Penelitian Gempa Bumi.

Perkiraan pemerintah pada tahun 2012, menyebut pulau-pulau kecil di lepas pantai utama dapat dibanjiri oleh tsunami setinggi lebih dari 30 meter.

Daerah yang padat penduduk di pulau-pulau utama Honshu dan Shikoku dapat dilanda gelombang besar dalam beberapa menit.

Agustus lalu, Asosiasi Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan gempa besar pertamanya berdasarkan peraturan yang dibuat setelah gempa bumi dan tsunami Tohoku yang dahsyat pada tahun 2011.

Dikatakan bahwa kemungkinan gempa bumi besar baru di sepanjang Palung Nankai lebih tinggi dari biasanya setelah guncangan berkekuatan 7,1 magnitudo yang melukai 15 orang.

Peringatan tersebut dicabut lagi setelah seminggu tetapi menyebabkan kekurangan beras dan bahan pokok lainnya karena orang-orang mengisi kembali persediaan darurat mereka.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya