Berita

Ilustrasi/Ist

Bisnis

Harga Minyak Dunia Meledak, Brent Tembus 82,03 Dolar AS

KAMIS, 16 JANUARI 2025 | 07:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari 2 persen pada perdagangan Rabu, 15 Januari 2025, dipengaruhi oleh penurunan stok minyak Amerika Serikat (AS) dan potensi gangguan pasokan akibat sanksi baru AS terhadap Rusia.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent naik 2,11 Dolar AS atau 2,64 persen, menjadi 82,03 Dolar AS per barel, tertinggi sejak Agustus 2024. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS meningkat 2,54 Dolar AS atau 3,28 persen, menjadi 80,04 Dolar AS per barel, tertinggi sejak Juli 2024. 

Menurut laporan Badan Informasi Energi AS (EIA), persediaan minyak mentah AS turun ke level terendah sejak 2022, disebabkan oleh peningkatan ekspor dan penurunan impor. Namun, persediaan bensin dan distilat meningkat lebih dari yang diperkirakan. 


Bob Yawger, Direktur Energi Berjangka di Mizuho, menyatakan bahwa penurunan stok minyak mentah terutama disebabkan oleh dinamika impor dan ekspor.

"Penarikan minyak mentah sebagian besar disebabkan oleh dinamika impor-ekspor," kata Yawger. 

Sanksi terbaru AS terhadap Rusia, yang diumumkan pada 15 Januari 2025, menargetkan hampir 100 entitas Rusia, termasuk bank dan perusahaan energi, sebagai respons terhadap invasi Rusia ke Ukraina. Langkah ini bertujuan meningkatkan risiko sanksi sekunder bagi entitas Rusia yang krusial. 

Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan bahwa sanksi ini dapat menyebabkan gangguan signifikan pada rantai pasokan minyak Rusia. 

"Sanksi terbaru Amerika Serikat terhadap ekspor minyak Rusia berpotensi menyebabkan gangguan masif pada rantai pasokan minyak negara tersebut," menurut laporan bulanan IEA. 

Selain itu, kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza, yang mencakup pertukaran tahanan, turut mempengaruhi pergerakan harga minyak. 

"Kekhawatiran atas gangguan pasokan mereda dengan tercapainya kesepakatan gencatan senjata Israel-Hamas," kata Phil Flynn, analis di Price Futures Group.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya