Berita

Anggota Komisi III DPR Hinca Panjaitan/RMOL

Politik

DPR Minta Jangan Saling Membungkam di Polemik Bambang Hero

RABU, 15 JANUARI 2025 | 18:11 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Civitas akademika menyebut Guru besar IPB Bambang Hero Suharjo dianggap telah dibungkam oleh banyak pihak terkait polemik perhitungan kerugian negara PT Timah, Tbk. 

Anggota Komisi III DPR Hinca Panjaitan justru berpandangan sebaliknya. Hinca mendengarkan langsung pendapat dari Dewan Pimpinan Daerah Bangka Belitung Induk Perpat dan meminta civitas akademika juga mendengarkan masukan dari rakyat setempat.

“Sama saja toh, jadi juga jangan dibungkam rakyat menyampaikan haknya juga ya. Kalau buat saya itu bukan membungkam, ya datang, jelaskan, kalau misalnya benar kan nggak ada masalah,” kata Hinca Panjaitan di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu, 15 Januari 2025.


Legislator dari Fraksi Demokrat ini menerangkan bahwa kasus tersebut harus menjadi pelajaran berharga semua pihak terutama Kejaksaan Agung. 

“Jadi saya gak ngeliat ini soal kriminalisasi, tapi ini juga pelajaran bagi kita semua lah. Saya tadi nyebutnya begini, jaksa yang menghadirkan ahli ini menurut akademis akhirnya metodenya bahan mentahnya nggak cukup, akhirnya terbata-bata, pembuktiannya gagal,” jelasnya. 

“Nah kalau dia menggunakan ahli yang hasil keputusan BPK atau BPKP yang sudah real perdebatannya selesai. Kan hakim yang menolak itu tadi, nah rakyat ngikut, ngikutin pikiran itu,” sambungnya.

Menurutnya, apa yang terjadi terhadap Bambang Hero Saharjo tersebut bukanlah bentuk kriminalisasi, tapi juga perlu didengarkan masukan masyarakat terhadap kasus PT Timah Tbk. 

“Buat saya sih tidak disebut kriminalisasi, tapi Polda harus juga fair meletakan itu dan setelah itu masyarakat kan nanti sama orang-orang yang diadukan juga datang jelasin sudah selesai,” imbuh dia.

“Saya kira nggak ada soal di situ dan dia cukup mengatakan pendapat saya dan harus dihormati, cukup juga,” tandas Hinca.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya