Berita

Pembukaan Muhammadiyah Youth Leadership Interfaith Program (MY-ILP) 2025 di Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis (LKKS) PP Muhammadiyah di BPMP Bali, Selasa, 14 Januari 2025/Ist

Nusantara

Buka Acara MY-ILP 2025

Wamendikdasmen Tegaskan Muhammadiyah Bukan Organisasi Gincu

SELASA, 14 JANUARI 2025 | 17:46 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Dr. Fajar Riza Ul Haq menjadi pembicara kunci serta membuka pelatihan kepemimpinan dan penanaman nilai-nilai kemanusiaan, kebangsaan, dan kemuhammadiyahan bagi mahasiswa lintas iman dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiah (PTMA), 

Kegiatan yang bernama Muhammadiyah Youth Leadership Interfaith Program (MY-ILP) 2025 itu diselenggarakan di Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis (LKKS) PP Muhammadiyah di BPMP Bali, Selasa, 14 Januari 2025.

"Pak Menteri Abdul Mu'ti titip salam kepada para peserta program ini dan salam hormat kepada para undangan. Acara ini melekat kuat dengan gagasan disertasi beliau yang sudah dibukukan, judulnya Kristen Muhammadiyah. Buku ini menjelaskan bagaimana keunikan dan kekuatan Muhammadiyah mengelola keragaman di sekolah dan kampus Muhammadiyah," ungkap Fajar.


Ia menjelaskan program ini memiliki nilai sejarah bagi Muhammadiyah dan Indonesia, karena pertama kali diadakan. Ditambah, kegiatan awal diselenggarakan di Bali, penuh makna, akar budaya yang kuat dalam kebhinekaan. 

"Sekolah dan kampus Muhammadiyah menjadi katalisator dan titik temu, mengikat persaudaraan dalam tindakan pendidikan untuk semua. Komitmen ini sesuai dengan komitmen Kemendikdasmen dan senafas komitmen Presiden Prabowo, pendidikan untuk semua," jelasnya.

Fajar juga menerangkan kepada para peserta terpilih, menjadi Muhammadiyah itu bukan lagi persoalan identitas ideologi tapi sudah menjadi identitas Sosial. Alhasil, menjadi Muhammadiyah bersatu padu menjadi Indonesia.

"Alumni sekolah dan kampus Muhammadiyah lintas iman ini banyak yang menjadi tokoh dan pejabat lokal dan nasional. Saya berharap para peserta menjadi duta toleransi yang merangkul perbedaan untuk keindonesiaan dan kemanusiaan. Selain itu,rasa percaya diri dan kenyamanan ketika belajar di sekolah dan kampus Muhammadiyah merupakan fakta keras, Muhammadiyah bukan bicara saja soal toleransi tapi sudah lama melembaga," jelasnya lagi.

Fajar menegaskan bahwa Muhammadiyah bukan organisasi gincu, tapi "organisasi garam", tidak terlihat tapi terasa. Sementara organisasi gincu hanya mengedepankan gimmick dalam berbuat kebaikan.

Menurut Fajar, kolaborasi kemanusiaan hal niscaya, keharusan. Mempelajari keyakinan yang berbeda itu adalah pengetahuan sehingga muncul empati, minim pengetahuan akan jadi bibit konflik.

"Nah, pertemuan ini menjadi ruang pengetahuan dan dialog serta titik temu, bahwa Muhammadiyah hadir untuk semua, sama dengan negara hadir memberikan pendidikan untuk semua," pungkas Fajar yang juga Ketua LKKS PP Muhammadiyah.

Selain Wamendikdasmen RI, turut hadir membuka kegiatan ini, di antaranya  Sekretaris LKKS, Dani Setiawan; Majelis Dikti Litbang PPM, Prof. Ahmad Muttaqin dan Ketum DPP IMM Riyan Betra Delza, narasumber yang hadir dari KWI, Romo Frans Kristi Adi Prasetya, Pdt. Darwin Darmawan (Sekretaris Umum PGI), Prof Ida Bagus Gde Yudha Triguna (Guru Besar Sosiologi Agama Hindu), dan Dr. Philip Kuntjoro Widjaja (Ketua Umum Permabudhi) dan beberapa pegiat media sosial.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya