Berita

Peta aliran sungai dari Dataran Tinggi Tibet ke Bangladesh dan India.

Dunia

Proyek Bendungan Raksasa Tongkok di Tibet Ancam Bangladesh dan India

SENIN, 13 JANUARI 2025 | 16:38 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Tiongkok maju terus, tidak peduli pada keberatan berbagai kalangan atas pembangunan bendungan pembangkit listrik tenaga air terbesar di dunia di sungai terpanjang di Tibet.

Pemerintah Tiongkok memberikan persetujuan untuk membangun Stasiun Pembangkit Listrik Tenaga Air Medog di bagian hilir sungai Yarlung Tsangpo. Menurut Xinhua, bendungan ini dapat menghasilkan 300 miliar kilowatt-jam listrik setiap tahun, yang berarti tiga kali lipat daya Bendungan Tiga Ngarai Tiongkok.

Sungai ini berasal dari gletser di Tibet bagian barat dan mengalir ke India dan Bangladesh, yang masing-masing dikenal sebagai sungai Brahmaputra dan Jamuna.


Tiongkok belum mengungkap secara rinci kapan pembangunan dimulai dan kapan berakhir. Juga tidak ada komentar dari Beijing mengenai dampak kerusakan lingkungan dari proyek bendungan baru tersebut. Aspek kebudayaan masyarakat setempat yang menggap sungai itu sebagai salah satu tempat sakral juga tidak dihiraukan Tiongkok.

Para ahli dan aktivis mengatakan dampak pembangunan dam ini akan signifikan. Bendungan tersebut hampir pasti akan memengaruhi pola aliran air dan flora serta fauna asli, dan juga menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan air karena Tiongkok dapat menggunakan bendungan tersebut untuk mengendalikan aliran air di hilir.

“Pelajaran yang dapat diambil India adalah dari bendungan di Sungai Mekong yang dibangun Tiongkok (di Laos) dan yang telah berdampak pada negara-negara hilir khususnya di tahun-tahun kekeringan, dan bagaimana Tiongkok telah mengoperasikannya secara luas berdasarkan prinsip-prinsip kepentingan pribadi,” kata pakar konservasi air yang berbasis di India, Vishwanath Srikantaiah, kepada Radio Free Asia.

Mekong News melaporkan, pelepasan air yang sangat besar di musim hujan akan membuat wilayah Bangladesh di daerah cekungan Jamuna tergenang. Sementara di musim kemarau, wilayah yang sama akan mengering jika Tiongkok menghalangi pelepasan air dari bendungan.

Belum lagi risiko gempa bumi dahsyat seperti yang terjadi tahun 1787 dan mengubah aliran Sungai Jamuna di Bangladesh.

Di lembah yang lebih rendah, bendungan juga dibangun di Sungai Yarlung Tsangpo yang dikenal sebagai Sungai Shiang atau Siong di Arunachal Pradesh, India.

Setelah memasuki negara bagian Assam, nama Siong berubah menjadi Brahmaputra. Brahmaputra memasuki Bangladesh melalui Kurigram. Di dekat Dewanganj di Jamalpur, Brahmaputra berbelok ke tenggara dan mengalir melalui distrik Jamalpur dan Mymensingh sebelum bergabung dengan Meghna di selatan Bhairab Bazar.

Pada tahun 1787, arah aliran sungai itu berubah akibat gempa bumi. Anak sungai utama sungai ini adalah Jamuna. Jika muara sungai Jamuna dikendalikan, maka mudah dibayangkan betapa besarnya bencana yang menanti Bangladesh.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya